Drama The Callisto Protocol: Animasi Mati Dibatasi Season Pass, Dibantah Developer

The Callisto Protocol yang akan rilis tanggal 2 Desember 2022 adalah game horor yang sudah dinanti-nanti oleh gamer. Sayang, sebelum rilis game ini malah sudah mengundang kontroversi. Sebabnya adalah konten season pass yang disiapkan untuk game tersebut ternyata memiliki animasi mati tambahan yang tidak bisa ditemukan dalam base game.

Adalah VGC yang mengungkap konten season pass tersebut. Kamu juga bisa melihatnya di halaman Steam The Callisto Protocol. Tercantum penjelasan bahwa season pass The Callisto Protocol akan berisi Contagion Bundle yang berisi tingkat kesulitan baru yaitu Contagion plus 13 animasi mati baru. Lalu ada Riot Bundle yang berisi konten sejenis horde mode dan 12 animasi mati baru.

Season Pass ini langsung menuai kritik dari gamer terutama yang sudah menunggu-nunggu The Callisto Protocol. Mereka kecewa karena publisher Krafton dan Developer Striking Distance memutuskan untuk melakukan monetisasi terhadap animasi mati yang seharusnya tidak perlu.

Tidak lama setelah kontroversi tersebut ramai dibicarakan, CEO dari Striking Distance Glen A. Schofield angkat bicara. Melalui Twitter, ia mengklarifikasi bahwa mereka sama sekali tidak membatasi apapun di dalam game utama. Artinya tidak ada animasi mati di game utama yang tertutup oleh season pass. Sedangkan mengenai animasi mati di season pass itu adalah konten baru yang memang hanya ada untuk mode Contagion dan Riot.

Animasi mati dalam The Callisto Protocol memang merupakan aspek penting dalam game. Elemen kekerasan dan kebrutalan yang ditampilkan dalam animasi mati ini juga menjadi nilai jual. Namun tidak semua negara mengizinkannya. Jepang adalah salah satu negara yang melarang penjualan The Callisto Protocol karena menilai game ini terlalu brutal.

The Callisto Protocl menceritakan tentang tahanan bernama Jacob Lee. Ia ditahan di penjara salah satu bulan dari planet Jupiter. Rupanya penjara ini bukan sekedar tempat tahanan biasa karena memiliki rahasia gelap dimana para narapidananya berubah menjadi monster.