Secara tiba-tiba, pengembang Bungie dan Activision dikabarkan memutuskan untuk memutuskan kontrak. Terkait nasib game Destiny, lisensi penerbitannya secara penuh akan dimiliki oleh Bumgie.

“Hari ini, kami mengumumkan rencana bagi Bungie untuk mendapat hak penerbitan dan tanggung jawab penuh untuk waralaba Destiny,” kata Activision dan Bungie dalam sebuah pernyataan bersama.

“Ke depan, Bungie akan memiliki dan mengembangkan waralaba game ini dan Activision akan meningkatkan fokusnya pada proyek game lain yang ada. Activision dan Bungie berkomitmen untuk transisi yang mulus dan akan terus bekerja sama secara erat selama transisi atas nama komunitas pemain Destiny di seluruh dunia,” lanjut mereka.

Perpecahan ini memang sudah terlihat tanda-tandanya saat Activision secara terbuka kepada publik mengungkapkan kekecewaannya atas penjualan game Destiny 2 yang dinilai kurang laku.

Kendati begitu, pihak Bungie dalam posting blognya secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada Activision atas kemitraan mereka selama delapan tahun ini.

Untuk diketahui, Bungie beberapa bulan lalu telah mendapatkan investasi dari perusahaan teknologi asal Tiongkok NetEase sebesar 100 juta Dolar AS. Kemungkinan dana ini yang akan menjadi modal mereka untuk mengelola game Destiny tersebut.

Sedangkan dari Activision sendiri, ini merupakan rangkaian pukulan yang dirasa cukup terasa. Sebelumnya mereka juga ditinggalkan oleh Glen Schofield, co-creator sejumlah seri Call of Duty, memecat CFO mereka Spencer Neumann dan terakhir Pendiri dan mantan CEO Blizzard Mike Morhaime juga menyatakan undur diri.