Jika Shadow of Mordor adalah “Orc Slaying Simulator 2014”, maka Shadow of War adalah “Orc Slaying Simulator 2017“. Pokoknya tujuan utama dalam game ini adalah membantai orc sebanyak-banyaknya sampai pemainnya eneg sendiri. Secara garis besar itulah Middle-earth: Shadow of War, sekuel dari Shadow of Mordor yang rilis tanggal 10 Oktober kemarin. Game ini dibuat oleh Monolith dan diterbitkan oleh Warner Bros.

Cerita dan tampilan visual tidak terlalu penting

Karakter utama dalam Shadow of War kembali diserahkan kepada Talion, ranger Gondor yang kehilangan keluarganya. Ia masih ditemani oleh Celebrimbor, arwah Elf yang menyatu dengan dirinya dan memberikan kekuatan super. Mereka berdua akan melawan Sauron serta kekuatannya yang berpusat di Mordor. Kali ini Talion dan Celebrimbor akan membuat cincin baru untuk menyaingi The One Ring yang dimiliki oleh Sauron.

Selain Sauron, ada beberapa karakter dari dunia Lord of the Rings yang muncul di game ini. Salah satunya adalah Shelob yang menjadi bahan utama marketing. Jangan kaget melihat wujud Shelob yang cantik di sini dan berbeda dengan versi filmnya. Nazgul, Witch King dan Gollum juga akan muncul dalam game ini. Kehadiran karakter-karakter Lords of the Ring ini seperti rantai. Warner Bros sepertinya berusaha keras untuk mengkaitkan game ini dengan filmnya. Agak maksa memang, tapi storyline bukanlah daya tarik utama dari Shadow of Mordor.

Lalu bagaimana dengan tampilan visual? Tidak banyak yang berubah dalam Shadow of War. Mordor adalah daerah tandus sehingga tidak memerlukan tampilan visual yang wah. Ada perubahan sedikit pada tampilan visual cutscenes menjadi lebih halus. Justru perubahan besar terjadi pada desain orc. Bentuk dan variasi orc semakin beragam, belum lagi suaranya. Salut untuk para voice actors!

Next