Seandainya Nintendo dan Xbox Rilis Resmi di Indonesia

Mungkin judul dari opini Playcubic kali ini sudah cukup sering menjadi bahan obrolan gamers konsol di tanah air. Yap, kenapa ya Nintendo dan Microsoft dengan Xbox-nya tidak mau merilis perangkat konsol mereka secara resmi di tanah air? Entahlah.

Jika dilihat dari sejarahnya, Nintendo padahal memiliki sejarah yang kental dan manis bagi sebagain besar gamers Indonesia khususnya yang sudah main game besutan Nintendo di akhir tahun 80an dan awal 90an. Dahulu, orang tua pasti hampir kebanyakan hanya tau nama “Nintendo” sebagai mesin untuk bermain video game meskipun kala itu ada beberapa jenis konsol lainnya dan Nintendo sendiri saat itu sudah menelurkan dua jenis konsol fenomenal seperti NES dan SNES.  Nah, Microsoft dengan Xbox-nya memang kurang dikenal, namun sejak kemunculan Xbox 360, nama Microsoft selain sebagai pembuat OS Windows juga mulai dikenal sebagai pembuat konsol gaming. Tidak sedikit gamers konsol buatan Sony atau dari platform PC yang ingin menjajal kecanggihan Xbox 360 di Indonesia.

Mengapa mereka tidak mengikuti jejak Sony? Perusahaan pembuat berbagai macam perangkat elektronik asal Jepang ini dengan berani meluncurkan dan mendukung secara resmi produk PlayStation di Indonesia. Mulai dari PS3, PS Vita, PS4 kini sudah punya store digital khusus Indonesia sendiri yang tentunya memudahkan gamers yang ingin membeli konten digital dalam kurs rupiah. Jika ada event peluncuran konsol atau game eksklusif, Sony juga jarang melupakan Indonesia dan tetap membuat event khusus di sini meskipun acaranya tidak begitu besar. Saya ingat ketika PS Vita dirilis resmi di Indonesia, acara yang diadakan Sony cukup besar, sampai-sampai membawa beberapa developer game first party maupun third party potensial untuk memamerkan game mereka di Indonesia.

Dukungan terhadap suatu konsol di negara tertentu tentu saja memudahkan penggunanya, dalam hal ini gamers, untuk bisa mendapatkan fitur maksimal ataupun koleksi game yang lebih baik lagi. Harga jual konsol juga menjadi lebih logis lagi jika para produsen konsol menjual secara resmi produk mereka di sini. Coba lihat misalnya harga konsol baru Nintendo (Wii U, Nintendo 3DS, New Nintendo 3DS), harga jualnya menjadi kurang masuk akal jika dibandingkan dengan harga asli di negara-negara yang resmi mendapatkan konsol tersebut. Jangankan harga baru, harga bekas saja kadang tidak masuk akal jika jumlah barang yang beredar tidak banyak sedangkan permintaan dari gamers membeludak.

Tidak berbeda dengan harga konsol, harga untuk game original tentu saja menjadi cukup mahal jika misalnya game tersebut bisa masuk secara resmi di Indonesia. Gamers pastinya tahu jika Indonesia sudah punya rating game sendiri bukan? Tentu akan lebih apik dan asik bila “rating-rating-an” itu dikawinkan dengan kenyataan bahwa Indonesia bisa mendapatkan konsol dan game secara resmi dari para produsen konsol gaming.

Jika dilihat dari sisi pasar, saat ini sudah semakin banyak gamers Indonesia yang memainkan game original dan sadar bahwa proses pengembangan game memerlukan waktu dan juga biaya yang tidak sedikit, dan banyak pihak yang terlibat didalamnya. Seandainya Nintendo dan Microsoft mau merilis konsol gaming mereka secara resmi di Indonesia, pasti persaingan antara para pembesut konsol menjadi semakin seru dan konsumen (gamers) mungkin saja lebih diuntungkan. Hm… kira-kira sampai kapan Nintendo dan Microsoft dengan Xbox-nya anti untuk merilis konsol mereka secara resmi di Indonesia? Hanya mereka berdua yang tahu jawabnya.