Saatnya bagi saya untuk mereview game yang paling ditunggu tahun ini, Shadow of the Tomb Raider. Sebagai game pamungkas dari trilogi game Tomb Raider, Shadow of the Tomb Raider menurut saya memuaskan, tapi masih ada yang kurang.

Cerita Yang Tidak Konsisten

Dalam Shadow of the Tomb Raider, Lara Croft harus menyelamatkan dunia dari kiamat. Lawan Lara di game ini adalah organisasi bernama Trinity. Organisasi ini menggunakan artefak bangsa Maya untuk merubah dunia agar sesuai dengan keinginannya. Tema menyelamatkan dunia ini bisa dibilang sudah basi karena telah dipakai pada game pertama dan kedua. Tapi tunggu dulu, di Shadow of the Tomb Raider ada plot twist yang disiapkan oleh developer. Penyebab terjadinya kiamat ini bukan dipicu oleh Trinity, melainkan Lara sendiri.

Menjadikan Lara Croft sebagai biang kerok adalah cerita yang bagus. Tidak ada yang menyangka jika Lara yang selama ini dikenal sebagai seorang heroine ternyata juga bisa berbuat jahat. Sayang cerita tersebut seakan menghilang dalam permainan. Kamu hanya bisa merasakannya pada saat awal permainan saja. Seandainya saja alur cerita tersebut bisa tetap konsisten, Shadow of the Tomb Raider akan menjadi game yang sempurna. Mungkin karena developer game Tomb Raider pertama dan kedua, Crystal Dynamics tidak lagi sepenuhnya mengerjakan Shadow of the Tomb Raider. Buat kamu yang belum tahu, game ini dibuat oleh Eidos Montreal.

Jadi seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Shadow of the Tomb Raider ini memuaskan namun kurang tajam di segi cerita. Dua hal yang membuat saya puas dari game ini adalah tampilan visual dan gameplay.

Dunia Yang Indah Dan Misterius

Visual dari game Shadow of the Tomb Raider tidak perlu diragukan lagi. Kamu akan disajikan oleh pemandangan yang luar biasa selama bertualang. Hutan yang menjadi lokasi utama dari game Shadow of the Tomb Raider terlihat sangat indah dan misterius. Rimbunnya pepohonan dan bayangannya yang menutup lantai hutan. Pada saat bersamaan ada kilauan cahaya yang masuk dari sela-sela daun. Itu semua diperlihatkan dengan tampilan visual yang mempesona.

Kebetulan game Shadow of the Tomb Raider yang saya mainkan adalah versi PC. Pada menu graphics game ini memiliki berbagai macam opsi tambahan, seperti motion blur, lens flare, volumetric lighting, dan sebagainya. Jika ingin lebih ringkas developer juga telah menyiapkan tipe setting otomatis, yaitu highest, high, normal, low, dan lowest. Jika kamu menggunakan PC monster, saya sarankan untuk menggunakan setting highest atau high untuk performa maksimal. Dijamin matamu bakal meleleh karena kagum dengan tampilan visualnya.

Dipilih dipilih

Kembalinya Platforming

Dari segi visual, saya akan beralih ke segi gameplay karena seperti yang saya jelaskan sebelumnya, gameplay Shadow of the Tomb Raider memuaskan. Hal pertama yang membuat saya puas adalah kembalinya platforming. Dari dua game Tomb Raider, baru pada Shadow of the Tomb Raider saja konsep platforming ini dimaksimalkan.

Challenge Tombs di game ini sangat menantang. Medan yang harus dilalui oleh Lara Croft untuk mendapatkan artefak yang tersembunyi di challenge tomb kadang tidak masuk akal. Belum lagi puzzle yang rumit. Ada beberapa puzzle yang membuat saya frustasi karena tidak bisa dipecahkan. Pada akhirnya saya harus menggunakan guide untuk memecahkannya. Bagi saya yang pernah memainkan game Tomb Raider klasik, ini adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu.

Shadow of the Tomb Raider juga masih memiliki gameplay action dimana Lara tembak-tembakan dengan anggota Trinity. Senjata yang digunakan oleh Lara selain bow adalah handgun, rifle, dan shotgun.

Setiap senjata ini bisa dimodifikasi dan tipenya juga beragam. Menurut saya senjata paling kuat di game ini adalah bow. Panah dari bow bisa dimodifikasi sesuai dengan keperluan. Misalnya untuk membunuh banyak musuh sekaligus Lara bisa menggunakan panah racun. Jika ingin membuat kebingungan di pihak musuh bisa menggunakan panah halusinasi. Cukup dengan 1-2 panah saja, Lara bisa menghancurkan satu pasukan. Lalu apa gunanya senjata yang lain?

Shadow of the Tomb Raider juga memiliki gameplay stealth. Seperti Snake di Metal Gear, Lara juga bisa mengendap-endap saat membunuh musuhnya. Ada fitur baru yang diperkenalkan dalam game ini yaitu Lara bisa menggunakan lumpur untuk kamuflase. Kemampuan ini membuat musuh akan lebih sulit mendeteksi Lara saat bersembunyi.

Crafting masih memiliki peran penting dalam Shadow of the Tomb Raider. Kamu bisa menggunakan crafting untuk membuat baju dan celana untuk Lara. Beberapa item seperti potion, enhancer juga dibuat dengan cara crafting. Bahan untuk crafting bisa diperoleh dari gathering atau memburu binatang liar. Beberapa bahan juga bisa dibeli langsung dari merchant.

Salah satu fungsi dari crafting, untuk buat baju dan celana

Berbicara mengenai merchant, di Shadow of the Tomb Raider setidaknya ada tiga kota atau hub yang bisa dijelajah. Kota yang terbesar adalah Paititi yang diadaptasi dari kota legenda milik suku Inca. Tidak hanya indah dan megah, kota ini juga berisi beragam NPC yang bisa berinteraksi dengan Lara dengan memberikan side quest kepada Lara.

Kesimpulannya Adalah…

Kesimpulan dari Shadow of the Tomb Raider, apakah game ini wajib dicoba? Jawabannya adalah ya, kamu harus mencoba game ini. Selain menjadi penutup dari trilogi game Tomb Raider, game ini juga memiliki tampilan visual yang indah dan tidak bisa kamu jumpai di game lainnya. Gamer Tomb Raider veteran juga akan menikmati kembalinya gameplay platforming yang sempat menghilang di dua game sebelumnya.

Sayangnya dari segi cerita, Shadow of the Tomb Raider kurang berani untuk keluar dari zona nyaman. Meski sudah dibumbui dengan plot twist, alur cerita game ini masih sama dengan dua game sebelumnya.

REVIEW OVERVIEW
Graphics
Gameplay
Storyline
SolusiRadikal
YouTubers dan writer menjadi satu! Itulah saya. Don't forget to check my YouTube channel SolusiRadikal!