Review: Resident Evil 7 Menakutkan Karena Kembali ke Akar

Resident Evil 7 menakutkan sekaligus memuaskan. Inilah kesan yang didapatkan Playcubic setelah menamatkan game tersebut. Seperti yang sempat Playcubic jelaskan sebelumnya, game ini MEMANG bisa ditamatkan dalam jangka waktu 10 jam saja. Durasi ini sebenarnya tergolong singkat terutama bagi game horor semacam Resident Evil.

Meskipun singkat, Playcubic tetap merasa puas. Bahkan ada keinginan untuk mengulang game ini untuk kedua kalinya dengan tingkat difficulty yang berbeda. Ada sensasi tersendiri saat memainkan game ini. Pada bagian awal, Resident Evil 7 benar-benar mirip dengan  Silent Hills P.T. Namun, semakin jauh Playcubic bermain, sensasi Silent Hills ini lama kelamaan memudar. Disinilah ciri khas game Resident Evil justru mulai menunjukkan dirinya.

Inilah yang menurut Playcubic merupakan faktor wow dari Resident Evil 7. Bagaimana Capcom menciptakan suatu game dengan transisi yang baik. Pada bagian awal murni horor, setelah itu berubah menjadi semi action.

Tentunya tanpa didukung oleh yang lainnya, sistem transisi ini tidak akan berhasil. Dimulai dari alur cerita, bagaimana storyline dari Resident Evil 7?

Semua tentang Mia

Dalam game ini kamu akan berperan sebagai Ethan yang sedang mencari istrinya, Mia. Setelah mengirim email perpisahan, Mia mendadak menghilang. Perjalanan Ethan untuk menemukan Mia membawanya ke rumah keluarga Baker di Louisiana. Tanpa diketahui oleh Ethan, baik Mia maupun keluarga Baker ternyata memiliki “rahasia gelap”.

Keluarga Baker seperti yang kamu sering lihat dalam setiap trailer Resident Evil 7 adalah keluarga yang haus darah. Setiap anggota keluarga yang ditemui Ethan selalu berusaha untuk membunuhnya, kecuali satu orang. Siapakah dia? No spoiler here folks.

Menurut Playcubic, dari seluruh anggota keluarga Baker yang paling menakutkan adalah Jack. Ketika berhadapan dengan Jack, rasanya seperti bertemu dengan seorang psikopat. Ingat dengan Nemesis di game Resident Evil 3? Kira-kira seperti itulah Jack.

Jack dari dekat

Mia juga memegang peranan penting dalam Resident Evil 7. Semua yang terjadi di dalam game ini berhubungan dengan dirinya. Hubungannya seperti apa, kamu harus mencari tahu sendiri. No spoiler here.

Sebenarnya alur cerita dari game ini cukup straightforward. Setiap misteri pasti akan terjawab ketika kamu memasuki bagian akhir game. Pertanyaan penting apakah seri ini berhubungan dengan dunia Resident Evil juga akan terungkap. Agar kamu semakin hype, Resident Evil 7 juga memiliki kejutan yang tidak disangka-sangka. Dijamin kamu pasti puas ketika melihatnya.

Raccoon City…Jadi inget sesuatu…

Alur cerita dari game ini mungkin biasa-biasa saja. Tapi, jika berbicara mengenai gameplay, nah itu baru luar biasa.

Gaya baru bermain Resident Evil

Selain transisi cerita, keungulan dari Resident Evil 7 adalah gameplay-nya. Tampilan first person yang sebelumnya tidak pernah ada dalam game Resident Evil membuat game ini menakutkan sekaligus menyenangkan.

Jika biasanya kamu selalu merasa menjadi orang kedua karena gaya third person, pada Resident Evil 7 kamu langsung menjadi Ethan. Setiap hal yang sedang terjadi di dalam game akan kamu rasakan langsung. Gaya first person baru maksimal jika kamu menggunakan headset VR. Jika belum punya, maka Playcubic menyarankan kamu untuk menggunakan headphone. It will work like a charm.

Dalam Resident Evil 7, ada saatnya dimana kamu harus bertarung, berlari atau bersembunyi. Inilah yang membuat genre survival horror begitu terasa. Kamu akan merasakannya pada bagian awal permainan. Jumlah peluru yang terbatas, belum lagi dikejar-kejar oleh keluarga Baker.

Ini saatnya dimana kamu harus LARI!!!

Sayangnya, menjelang bagian akhir gameplay tersebut justru berubah. Jumlah senjata yang diperoleh sudah semakin banyak. Belum lagi kamu bisa menciptakan jenis peluru yang super kuat dengan combining. Genre survival horror akhirnya berubah menjadi semi action. Inilah yang Playcubic maksud sebelumnya dengan sistem transisi. Ada plusnya, ada juga minusnya.

Kangen Water versi RE7

Berbicara mengenai combining, herb hijau, biru dan merah yang merupakan ciri khas dari game Resident Evil dihilangkan dalam game ini. Sebagai gantinya adalah cairan mujizat First Aid Med yang bisa menyembuhkan apa saja, bahkan luka bekas amputasi.

Ethan si manusia super

Ethan bisa diibaratkan sebagai Achiles. Meskipun lawannya adalah monster sekalipun, ia tetap bisa menahan serangannya. Ya, Ethan memiliki skill block. Skill ini sangat berguna apalagi ketika kamu sedang dipojokkan oleh musuh.

Baik Achiles maupun Ethan sama-sama memiliki kelemahan di kaki. Meskipun bisa mem-block serangan musuh, Ethan justru kesulitan saat melarikan diri. Entah kenapa Capcom membuat kemampuan berlari Ethan di bawah rata-rata. Bahkan musuh yang berjalan saja bisa mengejar Ethan.

Puzzle tetap ada tapi lebih sederhana

Backtracking dan puzzle yang merupakan ciri khas dari Resident Evil masih tetap ada, namun sudah disederhanakan. Kamu tidak perlu lagi berputar-putar di suatu tempat hanya untuk menyelesaikan puzzle. Capcom sepertinya mengerti jika gamer sekarang tidak ingin berlama-lama saat memecahkan puzzle. Completely agree Capcom.

Performa game yang baik

Performa Resident Evil 7 menurut Playcubic adalah yang terbaik dari semua seri Resident Evil. Mulai dari desain karakter, ekspresi muka, tekstur kulit yang halus bahkan pengisi suara. Salah satu adegan yang paling menawan menurut Playcubic adalah cutscene bagian awal game, ketika pertama kali memulai Resident Evil 7. Playcubic sempay mengira jika cutscene tersebut menggunakan aktor asli, bukan CGI (Computer Generated Image).

Siapa yang berani naik coba…

Usaha Capcom untuk menciptakan atmosfir yang mencekam juga patut diacungi jempol. Ada saatnya dimana kamu harus berjalan di Lorong yang gelap, dikagetkan oleh suara benda jatuh, jumpscare juga tidak berlebihan dan tepat sasaran.

Ukuran file juga patut menjadi sorotan. Untuk game sekelas Resident Evil 7, ukuran file seharusnya bisa mencapai 50GB atau lebih. Tapi nyatanya, ukuran file game ini ternyata hanya sekitar 25GB saja. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, settingan grafis yang ada masih tetap bervariasi.

Verdict

Kesimpulan dari review ini adalah it’s one hell of a game! Kembalinya Resident Evil 7 ke genre survival horor merupakan langkah awal yang baik bagi Capcom untuk menebus dosanya. Sudah cukup bapak dari game horor ini dirusak genrenya dengan style ala Hollywood!

Tidak peduli apakah kamu seorang fans Resident Evil atau bukan, kamu wajib mencoba game ini.

Pros:

  • Genre kembali ke akar, survival horror
  • Ada transisi di bagian awal dan akhir
  • First person
  • Tampilan grafis menawan
  • Ukuran file tergolong kecil untuk game AAA

Cons:

  • Karakter utamanya seperti manusia super padahal bukan

 

* Note: Resident Evil 7 yang direview adalah versi PC