Review: Mari Mati Berkali-kali Sayang…. | Vagante, Game Untuk Yang Gak Takut Mati!

Mungkin mati berkali-kali dalam sebuah game bisa menjadi suatu keadaan yang menjengkelkan bagi sebagian besar gamer, namun budaya mati terus-terusan dalam game ini nampaknya menjadi sebuah formula spesial bagi sang pembesut Vagante, Nuke Nine dan BlitWorks. Bagaimana tidak? Kalian seakan dipaksa untuk mati akibat berbagai macam jebakan, monster dan “harta karun” tipuan yang disediakan dalam dungeon. Tapi tenang, mati malah menjadi menyenangkan dalam game ini karena kalian bisa mengetahui lebih dalam fitur dan tujuan dari kematian itu sendiri.

Di awal game, kalian akan disediakan tutorial singkat nan indah. Kanapa Playcubic bilang indah? Karena semua nampak mudah dilewati. Nah… ketika bisa memilih karakter (Knight, Rogue, Mage, Wildling, Houndmaster) barulah kalian sadar bahwa ada pertempuran besar di depan mata yang harus kalian hadapi. Awalnya “maunya” game ini sulit untuk Playcubic mengerti, walaupun gameplay-nya tergolong sederhana, begitu pula fitur-fitur yang terdapat didalamnya, bagi kalian yang sering main game bergenre RPG tentu tidak asing lagi dengan fitur yang dibenamkan dalam game Vagante. Setelah menyelami game lebih dalam, barulah diketahui bahwa game bergrafis campuran antara pixelated dan 2d ini menghadirkan banyak sekali rahasia terpendam.

Kalian akan melawan musuh-musuh dalam dungeon menggunakan satu dari empat kelas karakter yang disediakan. Jangan lupa untuk tetap waspada dari jebakan maut yang bisa menguras darah. Musuh-musuh dalam game awalnya terlihat sulit untuk dilawan dengan level rendah, namun dengan kehati-hatian kalian pasti bisa melawan musuh serta bos musuh yang ada di dungeon. Jangan lupa memeriksa peti harta dengan seksama, namun jangan sampai salah pilih karena salah satunya bisa saja jebakan. Lucunya NPC item dalam game ini juga bisa kita hajar dan mereka bisa menghajar balik karakter kita.

Saat memainkan game ini dengan keadaan berkali-kali mati, Playcubic baru menyadari kalau feel game ini mirip dengan seri game Dark Souls, tapi penerbit dan pengembang game mengatakan bahwa mereka terinspirasi dari seri game Spelunky dan Dungeon Crawl Stone Soup. Sitem save-game di Vagante juga cukup unik. Kalian hanya bisa menggunakan 1 kali save-game dan setelah itu save-game akan hilang. Jadi kalian harus mengulang permainan dari awal namun level kalian akan terus dihitung naik. Yap, jika kalian mati maka kalian akan mendapatkan exp yang akhirnya bisa menaikkan level “permainan” kalian, bukan level karakter ya. Seteleh berhasil melewati sebuah dungeon, kalian bisa menyembuhkan diri dengan menyakan api unggun, tapi itupun tidak bisa membuat darah kalian penuh.

Yang unik adalah jika kalian memainkan game ini dalam mode multiplayer. Karakter kalian yang mati akan menjadi “karakter tengkorak” yang masih bisa melawan musuh namun tidak bisa menggunakan item. Ini dengan catatan teman bermain kalian masih hidup ya. Jika kalian sudah menjadi “karakter tengkorak” lalu teman kalian mati, maka permainan otomatis berakhir alias game over, semua harus dimulai dari awal lagi. Playcubic mencoba memainkan mode multiplayer local (split screen) di konsol PS4, gameplay berjalan dengan lancar dan mulus.

Terus nikmati jebakan-jebakan yang terdapat dalam dungeon dan hadapi musuh dengan melihat alur mereka menyerang, maka lambat laun kalian bisa mengatasi semuanya dengan mudah. Intinya, walaupun sering mati, jangan menyerah, hajar terus.

Sebenarnya tidak perlu menjelaskan seperti apa Vagante terlalu detil karena setelah kalian mencoba memainkan game ini dua sampai tiga kali, kalian sudah tau harus berbuat apa. Vagante saat ini sudah tersedia di berbagai macam Platform seperti Xbox One, Xbox Series S dan X, PlayStation 4 dan 5 serta Nintendo Switch dengan banderol USD 14,99. Oh iya, sebelumnya Vagante sudah lebih dulu dirilis di PC lewat Steam dan memiliki komunitas aktif sejak tahun 2014 hingga hari ini.

Berani mati berkali-kali untuk menghadapi tantangan? Vagante jawabannya. Selamat mencoba dan selamat bermain!