HomeReview Firewatch

Review Firewatch

Ketika pertama kali melihat trailer Firewatch Playcubic berpikir pasti karakter utama dalam game ini memiliki hubungan atau justru berprofesi sebagai pengawas kebakaran hutan. Tebakan Playcubic ternyata tidak salah tapi ketika memainkan gamenya, ternyata Firewatch ini jauh melebihi ekspektasi yang diharapkan.

Firewatch dibuat oleh studio indie Campo Santo. Dikembangkan semenjak tahun 2013 lalu, Firewatch menceritakan kisah dari seorang pengawas kebakaran bernama Henry. Lokasi dari game Firewatch adalah taman nasional Shoshone yang berada di wilayah Wyoming. Cerita dalam game Firewatch terjadi pada tahun 1989 tepat setelah peristiwa nyata Yellowstone Fires yang terjadi pada tahun 1988. Trailer perdana dari game Firewatch pada event E3 2015 kemarin bisa kalian lihat dibawah:

Tampilan yang Luar Biasa untuk Ukuran Game Indie

Sebelum memulai review Playcubic akan menegaskan bahwa Firewatch adalah buatan studio game indie. Jadi apabila kalian mengharapkan efek spesial yang luar biasa atau aktor/aktris terkenal dalam game ini maka ekspektasi kalian terlalu berlebihan. Firewatch adalah game dengan konsep sederhana yaitu tema eksplorasi yang dikombinasi storytelling. Kalian akan diajak untuk menikmati pemandangan alam dari taman nasional Shoshone yang memang merupakan taman nasional asli di Amerika Serikat.

Usaha dari Campo Santo untuk menciptakan ulang taman nasional Shoshone dalam dunia virtual game Firewatch layak diacungi jempol. Tidak percaya? Kalian bisa melihat beberapa screenshot dibawah yang Playcubic ambil ketika berjalan-jalan di taman nasional Shoshone.

review_firewatch_2 review_firewatch_3 review_firewatch_4

Screenshot diatas merupakan bagian dari bentang alam digital yang ada dalam game Firewatch. Mengagumkan bukan, seakan-akan ada nuansa tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Untuk menjelajahi wilayah-wilayah diatas Henry juga akan menemukan berbagai macam alat yang biasa digunakan untuk bernavigasi seperti peta dan kompas, kampak untuk menebang kayu atau peralatan panjat gunung.

review_firewatch_5

review_firewatch_6

Pemain juga dapat menemukan kamera polaroid yang bisa digunakan oleh Henry untuk mengambil foto. Bagi pemain yang ingin memiliki merchandise unik dari game Firewatch ini maka Campo Santo telah mempersiapkan layanan cetak foto hasil jepretan kamera polaroid tersebut. Tidak hanya itu. Foto-foto ini dapat dicetak dan hasilnya akan dikirim langsung ke rumah pemain. Untuk lebih jelasnya mengenai fitur spesial ini, kalian bisa membacanya disini.

Meskipun tampilan taman nasional Shoshone dalam game Firewatch ini benar-benar memuaskan, Playcubic tetap merasa ada yang kurang yaitu tidak adanya hewan liar. Hanya ada dua binatang saja yang dimunculkan dalam game ini yaitu seekor rusa yang menghilang entah kemana serta kura-kura yang dapat dijadikan sebagai binatang peliharaan. Meskipun kelihatannya bukan masalah besar, menurut Playcubic keberadaan hewan-hewan liar ini penting agar pemain dapat lebih merasakan feel-nya.

review_firewatch_7

Storyline yang Kompleks

Storyline yang menjadi latar game Firewatch juga patut diperhitungkan. Dibuat oleh dua mantan creative director dari Telltale Jane Rodkin dan Sean Vanaman, storyline game Firewatch ternyata jauh lebih dalam daripada yang diduga. Selain berusaha beradaptasi dengan pekerjaanya sebagai pengawas kebakaran hutan, Henry juga memiliki masalah keluarga yang harus ia hadapi. Seperti game The Walking Dead, dalam game Firewatch kalian juga harus terus membuat keputusan entah keputusan tersebut menguntungkan atau merugikan.

review_firewatch_8

Perbincangan antara Henry dengan rekannya Delillah juga menarik untuk disimak. Obrolan antar keduanya sangat natural seakan-akan semuanya benar-benar terjadi dan bukan rekayasa. Sayangnya klimaks dari storyline game Firewatch ini kurang menggigit. Build up yang Playcubic rasakan mulai dari bagian awal game serasa menghilang ketika mendekati bagian akhir. Masih banyak misteri yang belum terjawab dalam Firewatch namun Campo Santo seakan-akanĀ  melupakannya secara sengaja. Menurut Playcubic Firewatch akan lebih menarik jika memiliki sistem branching storyline yang disesuaikan dengan keputusan yang diambil oleh Henry.

review_firewatch_9

Kesimpulan Playcubic

Overall Firewatch adalah game yang bagus untuk kategori game indie. Sayangnya eksekusi pada bagian akhir game masih sangat kurang sehingga membuat endingnya kurang menggigit. Apabila kalian adalah penggemar game indie yang gemar memainkan game yang out-of-the-box maka Firewatch boleh dijadikan pilihan.

Firewatch yang Playcubic mainkan yaitu versi PC tersedia di Steam. Game ini juga dapat dimainkan di konsol PS4.

Pros:

+ Pemandangan alam yang luar biasa
+ Storyline tidak hanya sebatas pelengkap saja
+ Bisa dimainkan dengan gamepad

Cons:

– Taman nasional Shoshone tampak kurang hidup
– Ending yang mengecewakan
– Tidak ada replay value

REVIEW OVERVIEW

Grafis
8/10
Sound
6/10
Gameplay
6/10
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terpopuler

Ketika pertama kali melihat trailer Firewatch Playcubic berpikir pasti karakter utama dalam game ini memiliki hubungan atau justru berprofesi sebagai pengawas kebakaran hutan. Tebakan Playcubic ternyata tidak salah tapi ketika memainkan gamenya, ternyata Firewatch ini jauh melebihi ekspektasi yang diharapkan. Firewatch dibuat oleh studio indie...Review Firewatch