Review: ASUS ROG Chakram dan ROG Sheath BLK LTD, Duo Gaming Peripheral Premium

Mouse gaming ibarat pedang yang digunakan untuk bertempur. Semakin baik kualitas mousenya, semakin baik pula performanya saat digunakan. ROG Chakram adalah mouse gaming optical yang tidak hanya bagus dari segi kualitasnya, tapi juga multifungsi.

Selain bisa digunakan sebagai mouse gaming tradisional, mouse ini juga bisa digunakan sebagai joystick. Bahkan dengan software tertentu, mouse ini dapat dijadikan sebagai gamepad.

Mengupas Bagian Luar ROG Chakram

Dimensi ukuran dari ROG Chakram adalah 132.7 x 76.6 x 42.8 mm. Mouse ini memiliki berart 121,6 g jika tanpa kabel. Body ROG Chakram dibungkus oleh casing berwarna hitam transparan. Kamu dapat melihat logo ROG yang menyala saat fitur backlit diaktifkan. Bagian tombol scroll juga dapat menyala.

Pada bagian bawah terdapat tombol untuk pengaturan fitur wireless. Ada 2 sistem koneksi yang bisa kamu pilih jika memilih wireless, yaitu bluetooh dan sinyal 2.4GHZ RF. Berbicara mengenai fitur wireless, baterai dari ROG Chakram dapat bertahan selama 12 jam. Sedangkan waktu pengisian baterai hanya berlangsung 15 menit. Pengisian baterai bisa dilakukan dengan menyambung kabel USB yang sudah terpasang di PC dengan port USB-Type C di bagian depan mouse.

Tombol lainnya yang terdapat di bagian bawah mouse adalah tombol untuk pengaturan DPI. Cukup dengan menekan tombol tersebut dengan tombol scroll, kamu bisa menentukan tingkat DPI secara manual. Selain itu ada tombol pair untuk sinkronisasi dengan gaming peripheral ASUS ROG yang lain.

Keunikan ROG Chakram terdapat pada bagian kiri mouse. Kamu akan dapat melihat tombol joystick di sini. Teknologi ini adalah terobosan baru bagi mouse gaming. Karena dengan adanya fitur joystick ini, ROG Chakram dapat digunakan sebagai controller. Catatan, fitur joystick ini tidak dapat digunakan di mode bluetooth.

Hal lain yang membuat saya terkesan adalah bagian casing mouse ROG Chakram yang dapat dibongkar dengan mudah. Mouse ini sudah tidak menggunakan sekrup melainkan magnet. Sangat mudah untuk membongkar mouse ini dan memasangnya kembali. Saya harus memuji ASUS yang memiliki ide untuk membuat slot pennyimpanan wireless receiver di dalam casing mouse.

Membedah Jeroan ROG Chakram

Kriteria yang paling penting dari sebuah mouse gaming adalah DPI. Semakin tinggi DPInya, semakin sensitif mouse tersebut. Untuk ROG Chakram, DPI bisa diatur dari 100 sampai dengan 16.000. Senstivitas ini didukung oleh respon super cepat 400 IPS. Mouse ini sangat cocok untuk digunakan dalam game kompetitif yang membutuhkan akurasi dan reaksi cepat.

Tombol joystick adalah fitur tambahan dari ROG Chakram yang membuat mouse ini menjadi multifungsi. Dalam mode default, tombol joystick ini berfungsi sebagai direction key. Kamu juga dapat memodifikasi fungsi tombol tersebut menjadi analog stick melalui Armoury II. Mode ini cocok untuk memainkan game racing atau flight sim.

ROG Chakram uniknya juga compatible dengan Steam. Kamu bisa menjadikan mouse ini sebagai controller. Namun untuk mengaktifkan fitur ini, kamu harus melalui beberapa tahap konfigurasi yang cukup membingungkan.

Jika merasa kurang nyaman dengan tombol joystick, kamu dapat menggantinya dengan tombol lain. ASUS telah menyertakan beberapa varian tombol dengan ukuran yang berbeda. Selain itu ada juga socket cover yang bisa digunakan untuk menutup tombol joystick. Seandainya kamu seperti saya yang merasa keberadaan tombol joystick mengganggu, kamu bisa menutupnya dengan socket cover.

Dukungan Armoury II

Untuk modifikasi mouse yang lebih detail, kamu bisa menggunakan Armoury II. Di sini kamu bisa mengatur profile, mapping tombol, kecepatan DPI, warna backlit, dan membuat macro. Kamu bahkan bisa melihat performa kamu ketika menggunakan ROG Chakram. Cocok untuk atlit Esport yang perlu melakukan analisis untuk meningkatkan performanya.

Mouse Bagus Tidak Lengkap Tanpa Mousepad

Selama mencoba mouse ROG Chakram, saya menggunakan mousepad spesial. Mousepad ini adalah ASUS ROG Sheath BLK LTD. Dibuat dengan dengan bahan anti slip, mousepad ini cocok untuk mouse sensitif seperti ROG Chakram. Tidak hanya itu, bahan mousepad yang terbuat dari karet juga tidak gampang sobek.

ROG Sheath BLK LTD memiliki ukuran jumbo yaitu 900 x 440 x 3 mm dengan berat 695 g. Dengan ukuran yang lebar, mousepad ini bisa digunakan sebagai tatakan untuk gaming peripheral yang lain.

Kesimpulan

Desain ASUS ROG Chakram betul-betul dirancang dengan apik. Tangan saya merasa nyaman saat mencengkram mouse ini. Satu hal yang agak mengganggu menurut saya justru adalah tombol joystick. Saya jarang memakai fitur ini saat bermain game. Menurut saya lebih baik menggunakan controller biasa jika ingin memaksimalkan penggunaan joystick.

Hal yang saya sukai adalah kunci magnetis. Saya tidak perlu lagi repot-repot memakai obeng untuk menarik sekrup mouse. Fitur ini juga memudahkan pengguna untuk membersihkan bagian dalam mouse atau mengganti switch yang rusak. Fitur ini menunjukkan bahwa ROG Chakram tidak hanya mouse premium, tapi juga penuh inovasi.

Jadi jika kamu sedang mencari mouse gaming yang multifungsi, kamu bisa memilih ROG Chakram. Untuk harga mouse ini tidaklah murah karena dibanderol dengan harga sekitar Rp 2 juta.