Review: Ace Combat 7 Skies Unknown: Penguasa Angkasa yang Terluka

Perilisan Ace Combat 7: Skies Unknown tidak berjalan seperti yang diharapkan. Versi konsol yang dirilis terlebih dahulu mendapat pujian selangit. Sayangnya hal yang sama tidak terjadi kepada versi PC yang dirilis belakangan. Ace Combat 7: Skies Unknown versi PC dihujat oleh gamer, bahkan sempat mendapat review bomb.

Ada dua dosa utama yang menjadi sorotan di Ace Combat 7: Skies Unknown versi PC. Pertama, game ini tidak bisa dimainkan oleh kontroler HOTAS (Hands on Throttle and Stick) sembarang. Hanya brand tertentu saja yang compatible. Kedua, gamer PC tidak bisa memainkan game tersebut dengan resolusi 4K. Masih banyak printilan lain menjadi masalah dari Ace Combat 7: Skies Unknown, seperti tidak ada dukungan untuk mode VR, keyboard dan mouse mapping yang buruk.

Kebetulan platform yang saya miliki hanya PC. Jadi mau tidak mau saya hanya bisa memainkan Ace Combat 7: Skies Unknown versi PC yang bermasalah. Apakah saya kecewa?

Tampilan Visual yang Menawan

Meski tidak menggunakan resolusi 4K (PC saya memang belum support) menurut saya tampilan visual Ace Combat 7: Skies Unknown sudah apik alias enak dipandang. Sensasi yang dirasakan saat melihat langit biru dan awan dari kokpit pesawat sangat luar biasa.

Sunset di Ace Combat 7: Skies Unknown

Tidak hanya udara saja, developer Project Ace juga memperhatikan detail dari daratan. Untungnya ada banyak misi di Ace Combat 7: Skies Unknown yang mengharuskan pemain untuk terbang rendah. Pada misi ini saya jadi bisa melihat kilang minyak, landasan pesawat, tank, bukit karang, dan objek lainnya dibuat secara mendetail. Bahkan efek ledakan ketika objek-objek tersebut dihantam rudal sangat memuaskan.

Berbicara mengenai Ace Combat tidak lengkap tanpa membicarakan pesawat. Ada 28 jenis pesawat yang bisa digunakan di Ace Combat 7: Skies Unknown. Hampir semuanya adalah pesawat yang memang ada di dunia nyata, seperti seri MiG dan SU. Bentuk pesawat mulai dari body sampai kokpit dibuat mendetail sama seperti aslinya.

Dari segi teknis, game ini bisa dimainkan tanpa masalah di PC saya di setting medium. Ketika mencoba menaikkan setting menjadi high, saya mengalami masalah di cutscene yang mendadak hang. Namun saat gameplay sama sekali tidak ada masalah.

Setting PC saya untuk Ace Combat 7: Skies Unknown

Core Gameplay Tidak Berubah tapi Diperbarui

Tidak ada perubahan gameplay di Ace Combat 7: Skies Unknown. Game ini masih setia dengan formatnya yang memang tidak pernah berubah dari tahun 1995.

Fitur baru yang wajib menjadi perhatian adalah awan. Pada Ace Combat 7: Skies Unknown, awan tidak hanya sekedar hiasan saja, tapi juga memiliki dampak dengan gameplay. Misalnya awan yang tebal bisa digunakan untuk menghindar dari serangan rudal musuh. Tapi awan ini juga bisa membuat beku sayap pesawat (Kamu bisa melihat es muncul di bagian sayap).

Pada salah satu misi, pemain akan diminta terbang pada saat badai. Menurut saya ini adalah momen paling menegangkan. Saat sedang dikejar oleh pesawat musuh, mendadak pesawat yang saya naiki hilang kendali atau stall karena disambar petir.

Ace Combat 7: Skies Unknown juga mengadopsi fitur aircraft tree dari Ace Combat Infinity. Layaknya game RPG, jika ingin menggunakan pesawat baru pemain harus membukanya terlebih dahulu di aircraft tree. Tidak hanya pesawat, aircraft tree juga berisi mod untuk modifikasi dan special weapon. Untuk membukanya diperlukan poin yang bisa diperoleh dari menyelesaikan misi singleplayer atau multiplayer.

Aircraft tree

Kekurangan di gameplay Ace Combat 7: Skies Unknown adalah pemain tidak memberikan perintah kepada wingman. Padahal menurut saya fitur ini sudah cocok untuk game semacam Ace Combat.

Cerita yang Lemah

Ace Combat 7: Skies Unknown memiliki dua mode, singleplayer dan multiplayer. Mode singleplayer adalah main story dimana kamu akan menjadi pilot pesawat tempur dengan kode nama Trigger. Latar dari main story Ace Combat 7: Skies Unknown adalah perang antara OSEA dengan USEA. Jika kamu sudah pernah memainkan Ace Combat 4: Shattered Skies dan Ace Combat 5: Unsung War, di game Ace Combat 7: Skies Unknown memiliki banyak referensi dari kedua game tersebut.

Mode singleplayer Ace Combat 7: Skies Unknown terdiri dari 20 misi yang bervariasi. Ada misi yang mengharuskan pemain untuk menghancurkan objek di darat, ada juga misi khusus untuk dog fight (Misi jenis ini yang paling saya sukai), tidak lupa misi stealth ala game Ace Combat.

Dog fight

Kekurangan dari mode singleplayer ini adalah cerita dan sang karakter utama, Trigger. Cerita di game ini terlalu biasa. Saya juga tidak merasakan kepahlawanan dari Trigger. Padahal ia adalah tokoh penting yang menentukan jalannya perang. Jika dibandingkan dengan Blaze di Ace Combat 5: Unsung War atau Cipher di Ace Combat Zero: The Belkan War, Trigger kalah jauh. Mungkin karena Trigger hanya melawan drone, bukan pilot manusia.

Drone merajalela di Ace Combat 7: Skies Unknown

Dari singleplayer saya beralih ke multiplayer. Ada dua mode yang bisa dimainkan, yaitu team deathmatch dan battle royale. Saya paling senang memainkan battle royale karena bisa menembak semua pemain. Tapi jika ingin mencari aman cobalah team deathmatch.

Replay Value

Untuk replay value, Ace Combat 7: Skies Unknown jelas memilikinya. Untuk membuka semua pesawat, mod di aircraft tree, kamu harus memainkan game ini berkali-kali. Game ini mempunyai free mode dimana pemain bisa mengulang misi di mode singleplayer yang sudah diselesaikan. Jika ingin mengulang dari awal setelah tamat, saran saya tingkatkan difficulty menjadi hard agar lebih menantang.

Kesimpulannya

Sebagai gamer yang memainkannya PC, Ace Combat 7: Skies Unknown menurut saya sudah memuaskan dari gameplay maupun visual. Tapi jika kamu adalah seorang PC master race yang ingin game maha sempurna dalam artian punya tampilan 4K dan fitur lengkap, Ace Combat 7: Skies Unknown sayangnya tidak masuk kriteria untuk saat ini.

Sekedar masukan saja bagi developer, mungkin untuk game Ace Combat berikutnya bisa lebih banyak melibatkan manusia dibanding drone.

*Ace Combat 7: Skies Unknown yang direview adalah versi PC

REVIEW OVERVIEW
Graphics
Gameplay
Sound
Storyline
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X