Belum lama ini saya berkunjung ke rumah teman di kawasan Pasar Minggu. Kebetulan ia punya hobi main game, sama dengan saya. Koleksi game di PS4nya cukup lengkap, dari God of War sampai Kingdom Hearts 3, tapi baru sedikit yang sudah tamat (Maklum pegawai kantoran yang katanya sibuk 24/7). Disinilah muncul percakapan yang menarik.

Ketika browsing library PS4nya, saya kaget melihat game Monster Hunter World. Kenapa kaget? Karena Monster Hunter World adalah game grinding, sedangkan teman saya tidak punya banyak waktu untuk bermain game.

Karakter teman saya di Monster Hunter World masih menggunakan armor Anjanath. Main story pun belum rampung. Ketika ditanya kenapa tidak dilanjutkan progress-nya, ia mengaku malas main sendiri. Loh padahal Monster Hunter World bisa mode multiplayer online? Maksudnya bukan “malas” karena itu, tapi “malas” karena tidak ada yang kenal.

Saya sebetulnya ingin main bareng teman saya ini, tapi itu tidak mungkin. Game Monster Hunter World milik teman saya ada di PS4, sedangkan saya di PC. Karena tidak mempunyai fitur cross-play, kami berdua jadi tidak bisa bermain bersama.

Itulah sedikit curhatan saya soal cross play, terutama di PS4. Masalah ini sempat menjadi perhatian ketika sedang hangat-hangatnya kasus Fortnite. Sony dituding egois karena tidak mengizinkan gamer Fornite PS4 bermain bersama dengan gamer dari platform lainnya.

Sony dan Sikapnya Soal Cross-Play

Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan PR and Developer Relations Sony Interactive Entertainment Singapore (SIES), Ian Purnomo soal cross play. Ia menjelaskan jika mengimplementasi fitur cross-play tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk memastikan cross play bisa berjalan dengan baik dan tidak menjadi bencana.

“Banyak orang yang menganggap jika membuat fitur cross-play adalah hal yang mudah, itu salah. Sebetulnya itu sulit. Selain publisher, pihak developerlah yang paling penting karena harus bisa membuat game buatannya memenuhi syarat untuk cross-play,” tuturnya.

Saat ini baru dua game yang sudah mendukung fitur cross-play PS4, yaitu Fortnite dan Rocket League. Kedua game ini memungkinkan gamer PS4 bermain bersama gamer dari Xbox One, Switch, dan PC.

Menurut Ian, alasan kenapa Fortnite dan Rocket League bisa mendukung fitur cross-play adalah karena engine yang digunakan. Baik Fortnite dan Rocket League sama-sama menggunakan Unreal Engine yang menurut Ian lebih mudah dikonfigurasi. Artinya faktor teknis memiliki pengaruh besar dalam menentukan apakah game tersebut bisa mendukung fitur cross-play atau tidak.

Mengambil contoh Monster Hunter World, game ini adalah yang paling sukses dari semua game yang pernah dibuat Capcom. Monster Hunter World juga tersebar di berbagai platform, dari PS4, Xbox One, dan PC. Pertanyaannya kenapa sampai sekarang belum ada fitur cross-play?

Menurut Ian hal tersebut kembali kepada Capcom sebagai developer. “Capcom harus memastikan dulu apakah Monster Hunter World compatible dengan fitur cross-play atau tidak. Jika itu sudah pasti barulah kami (Sony) sebagai publisher siap untuk membantu,” katanya.

Capcom Tolong Contohlah Dauntless

Jika Capcom kelihatannya puas dengan mengkotak-kotakkan Monster Hunter World, pesaingnya Dauntless justru membuka batasan tersebut. Sejak lepas dari tahap beta pada tanggal 21 Mei kemarin, jumlah pemain Dauntless menanjak. Dilaporkan oleh VG247, jumlah pemain game ini sudah mencapai lebih dari 5 juta pemain. Bisa jadi jumlah tersebut akan terus bertambah setiap harinya.

Buat kamu yang belum tahu, gameplay Dauntless bisa dibilang mirip dengan Monster Hunter. Kamu bisa membuar karakter sendiri lalu memburu monster raksasa demi mendapatkan material untuk membuat armor dan senjata. Ada beberapa fitur yang membuat game ini berbeda dengan Monster Hunter, misalnya jenis senjata.

Ada dua hal yang membuat game Phoenix Labs ini sukses, yaitu free to play (Siapa yang tidak suka gratisan) dan cross play. Pemain Dauntless bisa bermain bersama dari plaftorm yang berbeda, entah itu dari konsol (PS4 atau Xbox One) atau PC.

Saya setuju jika Monster Hunter World tetap buy to play, tapi game ini sebaiknya mencontoh Dauntless soal cross-play. Jika Dauntless saja sudah memiliki cross-play kenapa Monster Hunter World tidak?

*Artikel ini hanya merefleksikan pendapat penulis saja*