Ngomongin Marvel’s Avengers: Masih Hidupkah Gamenya?

Banyak yang bilang kalau Marvel’s Avengers adalah game gagal. Game besutan Crystal Dynamics ini tidak sesuai dengan ekspektasi fans maupun publishernya, Square Enix.

Pada laporan Q2 2020, Square Enix melaporkan telah kehilangan $ 48 juta. Penyebabnya adalah penjualan Marvel’s Avengers yang rendah. Belum lagi Square Enix sudah mengeluarkan banyak uang untuk iklan dan promosi. Salah satu penyebab kenapa Marvel’s Avengers tidak diminati adalah masalah likeness dari para karakter dalam game.

Selama ini fans Marvel sudah mengenal Robert Downey Jr. sebagai Iron Man atau Chris Evans sebagai Captain America. Nah sekarang bayangkan jika ada orang lain yang memerankan Iron Man dan Captain America. Pasti pemikiran pertama yang muncul adalah “Ini siapa sih orangnya? Kok enggak mirip?”

Hawkeye KW

Inilah masalah yang dialami oleh Marvel’s Avengers. Crystal Dynamics dan Square Enix tidak melibatkan para pemeran Marvel Cinematic Universe. Hasilnya fans kecewa dan tidak mau membeli gamenya.

Sebetulnya masih banyak masalah yang dimiliki oleh Marvel’s Avengers, tapi saya tidak akan membahas semuanya. Justru alasan kenapa saya membuat artikel ini adalah untuk menginformasikan game ini sebetulnya asyik untuk dimainkan.

Saya awalnya hanya berniat menjajal seperti apa sih Marvel’s Avengers itu. Kebetulan adik saya yang punya game sedang vakum. Jadi saya punya kesempatan untuk mencoba. Awalnya saya memprediksi tidak akan lama memainkan game ini. Tapi prediksi saya salah. Saya malah ketagihan dan sekarang total waktu bermain saya sudah 37 jam lebih.

Hal yang Paling Saya Sukai dari Marvel’s Avengers: Gameplay!

Saya sangat suka dengan gameplay Marvel’s Avengers. Bermain sebagai The Hulk dan menghancurleburkan pasukan robot musuh adalah suatu hal yang luar biasa. Apalagi jika dimainkannya setelah selesai jam kantor. Cocok untuk menyalurkan rasa penat dan stres.

The Hulk dalam Marvel’s Avengers juga tidak sekedar main pukul saja. Ia memiliki berbagai macam skill yang bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Misalnya musuh menggunakan strong attack yang tidak dapat di-block, The Hulk harus menghindar jika tidak mau health point-nya berkurang.

Berbeda dengan The Hulk, Iron Man justru dapat meng-counter serangan musuh. Jika dieksekusi dengan tepat, serang counter bisa membuat musuh stun. Inilah momen iron Man menggunakan skill takedown, semacam finisher yang memiliki animasi spesial dan pastinya keren!

Setiap superhero di Marvel’s Avengers juga memiliki gimmick spesial. Iron Man bisa terbang dan menggunakan senjata jarak jauh seperti rocket launcher. Captain America bisa memilih serangan jarak dekat dan jauh karena menggunakan shield yang serbabisa.

Terbang terbang terbang!

Gaya bermain para superhero ini dapat diatur sesuai dengan selera. Marvel’s Avengers memiliki sistem skill tree dimana pemain bisa mengatur playstyle.

Contoh skill tree Iron Man

Jika ingin Captain America menjadi ahli serangan jarak dekat, ambil semua skill jarak dekat di skill tree. Jika pilihannya adalah serangan jauh, ambil semua skill jarak jauhnya. Kamu sebagai pemain bisa menentukan ingin jadi seperti apa superhero favoritmu.

Ini Game Grinding Banget!

Marvel’s Avengers punya sistem level. Superhero bisa naik level dengan mengumpulkan experience point dari hasil menyelesaikan misi. Bukan cuma superheronya saja, equipment pun memiliki level atau power level lebih tepatnya. Semakin tinggi power levelnya, semakin kuat bonus atribut dan perk.

Equipment juga perlu grinding supaya dapat yang paling kuat

Jadi ada dua hal yang harus di-grinding di Marvel’s Avenges. Pertama level superhero dan kedua equipment. Ini adalah bagian yang bikin bosan karena kamu harus rajin mengulang misi untuk grinding experience dan mendapatkan equipment yang bagus.

Ingin punya costume keren, bayar bos!

Hal menurut saya yang sangat disayangkan adalah equipment tidak memiliki efek visual kepada karakter. Jika ingin superheromu tampil beda maka harus menggunakan costume. Cara mendapatkannya bagaimana? Ya grinding juga atau kalau memang sudah kebelet bisa beli langsung beli pakai uang asli.

Ok To The Point, Gamenya Masih Rame Enggak?

Marvel’s Avengers core-nya adalah multiplayer. Nah pertanyaannya apakah gamenya masih banyak yang main? Dengan berat hati saya sampaikan mode multiplayer Marvel’s Avengers are dead alias mati. Saya coba random matchmaking sudah 5 menit jalan tidak ada yang join. FYI, saya main Marvel Avengers di Steam. Kemarin adik saya merekomendasi kalau mau dapat party harus ganti region dulu.

Karena main multiplayer-nya susah, bisa tidak Marvel’s Avengers dimainkan solo? Bisa saja. Nanti anggota party bakal diganti dengan bot. Tapi jangan harap botnya pintar. Saya sih enggak keberatan main dengan bot. Enggak tahu kalau kalian.

Karena sudah tidak banyak yang main, apakah developer bakal menelantarkan gamenya? Enggak juga. Belum lama ini Crystal Dynamics memperlihatkan roadmap dari Marvel’s Avengers. Kalau dilihat dari kontennya, mereka sudah punya amunisi sampai akhir tahun 2021. Malahan bakal ada ekspansi baru yaitu Wakanda lengkap dengan Black Panther.

Jadi saran saya kalau kamu penasaran dengan Marvel’s Avengers, jangan beli dulu. Lebih baik tunggu sampai semua ekspansi rilis dan gamenya didiskon. Jadi kamu juga enggak rugi-rugi amat.