Kata Gamer: The Division 2 Sama Namun Lebih Baik

Game Tom Clancy’s The Division 2 merupakan buah dari kerja keras Ubisoft Massive yang berkolaborasi dengan Red Storm Entertainment dan divisi Ubisoft yang lain. Berbekal pengalaman dan kenangan pahit dari game yang pertama, Ubisoft melakukan banyak perombakan di game ini. Jangan khawatir, elemen The Division pertama masih ada di game ini.

Cerita Hanya Pemanis

Cerita dari The Division 2 adalah tujuh bulan setelah lumpuhnya sistem pemerintahan di seluruh dunia akibat wabah green poison atau dollar flu. Kamu akan berperan sebagai seorang agen yang ditugaskan untuk memperbaiki jaringan komputer super bernama ISAC. Komputer ini terletak di Washington DC yang merupakan inti dari seluruh peralatan yang digunakan oleh agen Division.

Selain memperbaik ISAC, pemain juga harus berhadapan dengan berbagai kelompok yang memperbutkan kekuasaan. Washington DC yang sebelumnya adalah ibu kota Amerika Serikat dalam The Division 2 menjadi zona perang.

Sayang, storyline The Division 2 lebih sederhana dari game yang pertama. Dialog antar sangat standar dan hanya sebatas pengantar. Karakter dalam game pun mudah terlupakan. Akibatnya storyline The Division 2 secara keseluruhan menjadi hambar.

Visual dan Grafis Tidak Berubah, Tapi Lebih Hidup

Dari segi visual dan grafis, The Division 2 kurang lebih sama dengan game sebelumnya. Justru perubahan besar terjadi pada dunia The Division 2 sendiri dengan menjadi lebih hidup. Pemain bisa menemukan berbagai binatang seperti rakun, rusa, burung yang hidup di kota Washington DC.

Here doggy!

Berpetualang di Washington DC sesudah wabah green poison menurut saya merupakan pengalaman terbaik di The Division 2. Ada banyak lokasi yang bisa dijelajah, mulai dari gedung yang terabaikan sampai saluran pembuangan bawah tanah.

Saat menjelajah lokasi, ada dua hal yang harus pemain cermati. Pertama, selalu buka mata dengan item yang ada disekitar. Kedua, waspada dengan musuh yang berpatroli. Wilayah lainnya yang bisa dijelajah adalah dark zone. Wilayah ini merupakan zona PvP dimana pemain bisa menyerang satu sama lainnya.

The Division 2 juga berfungsi sebagai saran tur. Buat pemain yang tinggal di luar Amerika Serikat, The Division 2 bisa digunakan sebagai sarana tur di Washington DC. Pemain bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Washington DC dengan detail dibuat semirip mungkin dengan yang asli.

Hello Mr. Abraham Lincoln

Salah satu lokasi yang saya sukai adalah American Museum History. Saya menyukai ruang sejarah perang Vietnam dan kebetulan menjadi lokasi pertempuran. Rasanya seperti tentara Amerika yang sedang bertahan dari serangan tentara Vietnam.

Gameplay Dirombak Ulang

Serupa tetapi tidak sama adalah kesan saya saat menjajal gameplay The Division 2. Perombakan besar terjadi pada health system, kecepatan bergerak, serta skill. Perubahan ini berdampak dengan gameplay dari The Division 2 yang lebih condong ke cover based shooter.

Saat bertempur pemain harus bisa memaksa musuh keluar dari tempat persembunyiannya. Salah satu contohnya adalah dengan Oxidizer yang merupakan skill chem launcher. Dengan Oxidizer pemain bisa menyerang musuh yang bersembunyi di balik dinding.

Look at that guns!

Jenis senjata api di The Division 2 juga lebih banyak dari game yang pertama. Seluruh senjata api di The Division pertama ada di game ini ditambah dengan beberapa jenis senjata baru.

Setelah mencapai level 30 dan menyelesaikan stronghold terakhir, pemain dapat memilih satu dari tiga spesialisasi yang ada. Setiap spesialisasi memiliki skill pasif dan aktif yang berbeda serta senjata unik.

Salah satu contoh signature weapon, crossbow

AI Musuh Lebih Pintar

AI musuh di The Division 2 patut diacungi jempol. Setiap kelompok The Division 2 memiliki taktik bertempur yang berbeda. Kelompok Hyena yang merupakan kelompok gangster mengandalkan jumlah dan gaya YOLO saat berperang. Kelompok True Sons yang beranggotakan pasukan militer punya taktik yang berbeda. Mereka akan mencoba untuk memutar dan menyerang dari belakang.

The Division 2 juga memiliki jenis musuh elite. Mengalahkan musuh elite lebih sulit dibanding musuh biasa karena health point dan damage yang tidak lazim. Kondisi ini kadang mengganggu pertempuran. Baku tembak yang awalnya seru berubah menjadi frustrasi karena sulitnya mengalahkan satu tipe musuh elite saja.

Masih Ada Konten yang tertunda dan Masalah Build Balance

Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai konten akhir The Division 2 atau world tier 5. Konten ini masih tertutup dan belum bisa diakses. Untuk mencapai konten akhir ini, pemain harus terlebih dahulu mencapai tier tersebut yang nanti membuka sistem invasi yang berganti setiap minggu. Pemain juga bisa merubah tingkat kesulitan. Semakin tinggi tingkat kesulitannya, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan gear set.

Tidak bisa dipungkiri, The Division 2 juga memiliki beberapa bug yang mengesalkan. Misalnya seperti skill yang mendadak tidak bisa digunakan. Selain itu parameter tertentu seperti skill point tidak bisa berfungsi dengan baik.

Menurut Saya Tentang The Division 2

Saya merasa puas dengan The Division 2. Konten yang disediakan (Meski masih ada yang tetrtutup) sangatlah banyak, area Washington DC yang bisa dijelajahi juga besar. AI yang pintar juga membuat baku tembak dengan NPC musuh menjadi lebih menyenangkan. Apa yang harus dilakukan oleh Ubisoft selanjutnya adalah memperbaiki masalah bug dan balance untuk PvE dan PvP.