Menjelang akhir tahun 2018, Bethesda akhirnya merambah ke genre multiplayer dengan merilis game eksperimen Fallout 76. game ini menuai banyak kritik dan kecaman akibat kondisinya yang bisa dibilang berantakan. Meski begitu, saya justru menemukan banyak hal menakjubkan dari Fallout 76 serta para gamer lain yang memainkannya.

Sekedar informasi, Fallout 76 mengambil setting 25 tahun setelah berakhirnya perang nuklir. Pemain akan berperan sebagai penghuni dari bunker yang bernama Fallout 76. Tugas pemain adalah membangun kembali peradaban di wilayah West Virginia, Apalachia.

Dari segi aktivitas, Fallout 76 memiliki beragam hal yang bisa dilakukan, mulai dari mission, crafting, membangun perk, dan masih banyak lagi. Hal yang saya sayangkan adalah game ini minim akan panduan mengenai penggunaan fitur-fitur tersebut, sehingga bakal membuat para player terutama yang masih awam dalam game ini kerepotan

Hal lain yang kurang dari game ini adalah grafis. Sebagai game yang dirilis tahun 2018, Fallout 76 dari segi grafis hanya sedikit lebih baik dibanding seri Fallout sebelumnya. Sebagai gamer yang sudah memainkan Fallout sejak Fallout 3, ini sangat mengecewakan. Bayangkan saja, sudah 10 tahun berlalu hampir tidak ada perubahan dari segi kualitas grafis.

Beragam Jenis Musuh, Tapi Bodoh

Sekarang saya akan membicarakan mengenai musuh. Pada game Fallout 76, musuh  memiliki respawn time yang cepat. Setiap wilayah di dalam dunia Fallout 76 juga memiliki jenis musuh yang berbeda. Level musuh pun berbeda-beda, ada yang stagnan, ada juga yang mendekati level pemain. Sistem ini menurut saya menjadi tantangan tersendiri karena tidak mudah untuk memprediksi musuh yang akan muncul.

Sayangnya sistem AI untuk musuh di Fallout 76 mengecewakan. Ada beberapa masalah seperti pathing yang tidak jelas sehingga musuh bergerak secara tidak wajar. Ada juga glitch dimana musuh yang berukuran besar mendadak bisa muncul di dalam ruangan.

NPC Manusia No, Robot Yes

NPC merupakan hal yang menjadi sorotan di game Fallout 76. Berbeda dengan game sebelumnya, sama sekali tidak NPC manusia di Fallout 76. Sebagai gantinya, West Virginia justru dihuni oleh robot. Robot ini merupakan pengganti dari NPC manusia dan masing-masing memiliki kepribadian beragam. Hal yang menurut saya menarik adalah robot-robot ini masih melakukan aktivitas sehari-hari padahal dunia sudah hancur karena perang nuklir.

Hal yang paling disayangkan adalah dialog di game Fallout 76 sangatlah linear. Tidak seperti game Fallout yang lain dimana pemain bisa membuat pilihan, di game ini pemain tidak punya pilihan. Hal ini jelas membuat para penggemar seri game Fallout geram.

Bagaimana dengan Interaksi Antar Pemain?

Fallout 76 didesain sebagai game multiplayer. Para pemain bisa bermain dan bertualang bersama di West Virginia. Sayangnya interaksi antar pemain di game Fallout 76 tergolong minim. Kecuali bermain bersama teman, saya mengalami kesulitan ketika ingin bermain bersama pemain lain yang belum saya kenal. Beberapa penyebab yang menurut saya membuat hal ini terjadi adalah event yang jarang, hadiahnya pun kurang memuaskan. Jika mau kamu juga bisa menamatkan game ini seorang diri.

Dalam game ini, sistem buatan Bethesda yang menitikberatkan pada PvE berhasil membuat para pemain Fallout 76 menjadi saling membantu. Jika ada pemain yang berbuat “onar”, maka secara otomatis pemain ini akan menjadi buronan. Jika buronan ini berhasil dibunuh, maka ia akan kehilangan uang sebanyak kerusakan yang diperbuatnya.

Bethesda VS Modder

Bethesda sendiri tidak tinggal diam melihat kekacauan di Fallout 76. Mereka secara berkala memberikan patch untuk membenahi bug, glitch, tampilan visual maupun gameplay. Update terbaru tanggal 12 Desember kemarin misalnya banyak membenahi bug dan glitch fatal di dalam game.

Tidak hanya Bethesda yang berusaha memperbaiki Fallout 76, modder pun ikut serta membantu meski tanpa seizin Bethesda. Akibatnya Bethesda dan modder malah saling berlomba-lomba.

Berkat modder, pemain Fallout 76 bisa menikmati fitur modifikasi seperti Perk Loadout Manager, lalu sistem inventory yang lebih baik. Modder juga berhasil mengaktifkan sistem proximity chat. Seharusnya ini semua merupakan tanggung jawab Bethesda sebagai pencipta game Fallout 76. Tapi kenapa justru pihak ketiga yang akhirnya turun tangan?

Menurut Saya Tentang Fallout 76

Fallout 76 bisa diibaratkan sebagai kopi. Dari permukaan, game ini terlihat hitam dan penuh dengan masalah. Namun di dalamnya, konten yang tersedia di game ini sebenarnya sangatlah banyak. Semakin jauh wilayah West Virginia yang dijelajah, semakin banyak pula aktivitas yang bisa dilakukan.

Selain itu Bethesda dan modder seharusnya mau bekerjasama. Karena keduanya sama-sama berusaha untuk membuat Fallout 76 menjadi surga yang diimpikan gamer.

Almost heaven, West Virginia
Blue Ridge Mountains, Shenandoah River
Life is old there, older than the trees
Younger than the mountains, blowing like a breeze…