7 Game Konami yang Perlu Diremake Ulang

0
334

Konami dipastikan bakal absen di event E3 2021 mendatang. Alasannya adalah timing yang tidak tepat. Padahal banyak yang menantikan kehadiran Konami. Terlebih pada awal tahun ini Konami telah mengumumkan game baru berjudul GetsuFumaDen. Game tersebut adalah game konsol dan PC, bukan pachinko.

Meski tidak dapat hadir, Konami memberikan sedikit bocoran tentang apa yang sedang dikerjakan. Rupanya Konami sedang menggodok beberapa proyek kunci yang rencananya bakal diumumkan beberapa bulan mendatang. Proyek kunci yang dimaksud oleh Konami bisa apa saja. Tapi harapan gamer adalah Konami berencana untuk membuat remake dari beberapa game terbaiknya.

Berbicara mengenai game Konami yang terbaik, ini tujuh franchise game milik Konami yang pantas untuk di-remake kembali:

1. Metal Gear Solid

Game Konami Metal Gear Solid

Meski menyisakan duka dan drama, Metal Gear Solid adalah masterpiece milik Konami. Pengembangan franchise ini terhenti usai Hideo Kojima minggat. Konami sendiri sempat bereksperimen yang hasilnya adalah Metal Gear Survive. Tapi bukan keberhasilan yang didapat, tapi malah caci-maki.

Sudah empat tahun sejak Metal Gear Survive rilis. Seharusnya Konami sudah bisa bangkit dan meramu franchise Metal Gear agar menjadi game yang semestinya. Karena sekarang adalah eranya remake, kenapa Konami tidak meremake ulang game Metal Gear yang dulu rilis di NES? Fans sudah mengetahui sosok Big Boss di Phantom Pain. Sekarang saatnya untuk melihat bagaimana Big Boss tamat di tangan Solid Snake.

2. Castlevania

Game Konami Castlevania

Castlevania adalah franchise game legendaris milik Konami. Bahkan game ini sampai menciptakan genre sendiri yang dinamakan Metroidvania. Rasanya sekarang adalah momen yang tepat jika Konami ingin menghidupkan kembali game tersebut.

Bisa dibilang Konami dulu rutin merilis Castlevania. Seri terakhir game ini adalah Lord of Shadow 2 untuk PS3, Xbox 360, dan PC yang rilis pada 2014. Game ini mengalami perombakan besar dari segi gameplay karena tidak lagi menggunakan gaya side-scrolling. Tidak hanya perubahan gameplay, Castlevania juga ditinggal oleh Koji Igarashi pada 2014. Ia bahkan menciptakan spiritual successor dari Castlevania yaitu Bloodstained: Ritual of the Night pada 2019.

Akankah Konami berani mengerjakan franchise Castlevania yang telah ditinggal oleh Koji Igarashi? Kita lihat saja nanti.

3. Contra

Game Konami Contra

Contra juga termasuk dalam legendaris kepunyaan Konami. Gamer 90an pasti kenal dengan game shooter satu ini. Nasib Contra bisa dibilang hampir mirip dengan Castlevania.

Game yang identik dengan gaya 2D side scrolling ini mengalami transformasi di seri terbarunya, Contra Rogue Corps yang rilis pada 2019. Gaya 2D side scrolling dirubah menjadi isometric dan hasilnya tidak sebaik seperti yang dikira. Sebelum merilis Contra Rogue Corps, Konami juga sempat membuat mesin pachinko game Contra. Satu-satunya game Contra yang masih setia dengan format lawasnya adalah Contra Returns. Namun game ini hanya khusus mobile.