6 Game MOBA Gagal yang Berujung Tutup

Game MOBA atau Multiplayer Online Battle Arena adalah genre yang digandrungi banyak orang. Cakupan platform dari genre game ini ada di PC sampai dengan mobile.

Belum lagi ditambah dengan berkembangnya eSport. Game MOBA bisa dibilang adalah salah satu pionirnya. Dengan semakin majunya eSport, variasi game MOBA saat ini juga sudah semakin banyak. Banyak elemen-elemen baru yang diperkenalkan dalam game genre ini agar tetap menarik dan kompetitif.

Inilah yang akhirnya membuat persaingan antar pengembang game menjadi semakin ketat. Membuat game MOBA menjadi tidak semudah dulu. Bahkan mempopulerkannya pun bisa memakan biaya banyak. Akibatnya banyak game MOBA yang layu sebelum berkembang.

Berikut tim Playcubic telah kami merangkum 6 Game MOBA gagal yang berujung dengan penutupan:

1. Heroes of Newerth (HON)

Heroes of Newerth (HON) adalah game MOBA yang dikembangkan oleh S2 Games dan rilis pada tahun 2010. Nama HON menjadi cukup terkenal karena ‘eyangnya’ game DOTA, Icefrog juga ikut terlibat dalam pengembangannya.

dari segi gameplay HON sangat mirip dengan DOTA. Bedanya game ini memiliki mode opsinional yaitu 3vs3 selain 5vs5 yang merupakan mode utama. Karena Icefrog ikut terlibat, beberapa hero dan item memiliki kemiripan dengan DOTA. Hanya skinnya saja yang berbeda.

Untuk mempopulerkan HON, S2 Games sempat mempromosikan gamenya ke berbagai negara di dunia. Salah satu tujuannya adalah Asia Tenggara. Pada tahun 2015, S2 Games menjual HON kepada Garena. Pengembangan HON lalu diserahkan kepada FrostBurn Studios. Pada 2022 akhirnya Garena secara resmi menutup HON. Penutupan ini berlangsung cukup emosional karena banyak fans yang tidak rela game tersebut ditutup.

2. Strife

Sama seperti HON, Strife juga dikembangkan oleh S2 Games. Berbeda dengan HON, Strife ditujukan untuk kalangan gamer casual yang ingin memainkan game kompetitif. Strife rilis pada tahun 2015 dan ditutup pada tahun 2018.

Strife digadang-gadang sebagai game MOBA anti-mainstream. Game ini memiliki dua mode yaitu 5vs5 dan 3vs3. Game ini juga memiliki fitur crafting dan sistem pet. Jumlah hero yang bisa dipilih cukup banyak yaitu 60 hero dan masing-masing memiki skill yang berbeda.

3. Battleborn

Battleborn menawarkan konsep yang menarik yaitu memadukan genre FPS (First Person Shooter) dengan MOBA. Sayang game ini malah gagal. Battleborn rilis pada 3 Mei 2016. Game ini dikembangkan oleh Gearbox Software yang juga merupakan pengembang dari game populer Borderlands.

Kombinasi permainan seru ala FPS ditambah skill unik masing-masing karakternya dengan adanya minion ala MOBA memang membuat game ini menjadi segar. Sayangnya elemen MOBA di game ini terlalu kental sehingga membuat gameplay tidak terlalu ramah kepada pemain baru. Pada akhirnya pamor Battleborn dan kalah dengan para pesaingnya seperti Overwatch. Gearbox akhirnya secara resmi menutup operasi Battleborn pada Januari 2011.