5 Teknologi ini Akan Buat Video Game Jadi Lebih Berwarna di 2020

0
148

Perkembangan industri video game dan teknologi selalu berjalan lurus. Setiap tahun selalu muncul game dengan kebutuhan akan spesifikasi tinggi. Merespon kebutuhan tersebut, muncul pula teknologi baru untuk mendukungnya.

Di Tahun 2020 ini akan menjadi tahun terbaik bagi perkembangan teknologi di industri video game. Dua raksasa yaitu Sony dan Microsoft akan sama-sama menelurkan teknologi terbarunya di tahun ini dalam bentuk Xbox Series X dan PS5. Kedua konsol ini akan menjadi yang terdepan dalam perkembangan teknologi di industri game pada 2020.

Berikut adalah 5 teknologi yang bakal merubah wajah industri game di 2020:

1. PS5

Konsol baru milik Sony ini sudah lama menjadi buah bibir. Karena terus ditutup rapat oleh Sony, rumor mengenai PS5 terus bermunculan di internet. Barulah pada April 2019 dan Oktober 2019, Sony berani untuk mengungkap spesifikasi dari PS5.

Pada April 2019, pengembang konsol PS5 Mark Cerny dalam wawancaranya dengan Wired mengungkap spesifikasi konsol tersebut. PS5 akan dilengkapi oleh prosesor AMD Ryzen generasi ketiga dan GPU AMD Radeon Navi. Untuk media penyimpanan, PS5 sudah menggunakan SSD yang menggantikan harddisk. PS5 juga sudah mendukung ray tracing, 3D audio, dan resolusi 8K. Tidak hanya mendukung video game baru, spesifikasi ini juga memungkinkan PS5 untuk memainkan game PS4.

Di bulan bulan Oktober 2019 giliran President Sony Interactive Entertainment Jim Ryan yang buka suara. Melalui blog resmi Playstation, ia mengungkap spesifikasi dari kontroler PS5. Sony akan mengganti rumble technology dengan haptic feedback gara respon yang diterima pemain saat menggunakan kontroler menjadi lebih real. Selain itu Sony juga akan mengimplementasu adaptive triggers di tombol L2 dan R2. Informasi tidak kalah penting lainnya yang diungkap oleh Jim Ryan adalah PS5 akan diperlihatkan ke publik pada musim liburan 2020.

2. Xbox Series X

Secara spesifikasi, Xbox Series X tidak berbeda jauh dengan PS5. Perbedaannya adalah bentuknya. Dalam acara The Game Awards 2019, Microsoft memperlihatkan bentuk konsol tersebut melalui trailer. Konsol Xbox Series X memiliki desain vertikal dengan warna hitam pekat. Konsep ini mirip dengan desain PC. Namun pimpinan Xbox Phil Spencer sudah mengkonfirmasi jika konsol ini tetap bisa digunakan secara horizontal.

Untuk spesifikasi, Xbox Series X menggunakan prosesor berbasis Zen 2 Ryzen, GPU Radeon RDNA, dan RAM 16GB. Konsol ini juga sudah menggunakan SSD sebagai media penyimpanan. Dengan spesifikasi tersebut, Xbix Series X mampu menjalankan game dengan resolusi 8k dan refresh rate 120Hz. Seperti PS5, Xbox Series X juga dilengkapi oleh fitur ray tracing untuk pencahayaan.

Seolah ingin diadu, Microsoft juga menargetkan tanggal rilis Xbox Series X sama dengan PS5 yaitu pada musim liburan 2020.

3. Cloud Gaming

Tahun 2020 juga akan menjadi awal kemunculan dari cloud gaming. Buat kamu yang belum tahu, cloud gaming adalah layanan dimana pengguna bisa memainkan video game di hardware miliknya tanpa harus menginstal game tersebut. Layanan ini memerlukan internet sebagai komponen utamanya. Setelah tersambung dengan internet, pemain bisa mengakses server tempat game tersebut diinstal dan memainkannya via streaming. Cloud gaming bisa dimainkan dimana saja, mulai dari konsol sampai smartphone.

Salah satu layanan cloud gaming yang sudah berjalan adalah PlayStation Now milik Sony dan Stadia milik Google. Tahun ini akan lebih banyak perusahaan yang mengimplementasi layanan cloud gaming seperti Project xCloud yang dikerjakan oleh Microsoft, bahkan Facebook dan Amazon pun dikabarkan juga tertarik untuk mengembangkan teknologi tersebut.

4. Virtual Reality

Tren virtual reality atau VR sempat menjadi hype pada beberapa tahun lalu. Pada 2020 nanti kemungkinan besar teknologi ini akan kembali naik. Jumlah video game yang menggunakan VR mungkin tidak sebanyak game konvensional, namun selalu ada.

Pada 2020 sudah ada beberapa judul video game VR yang pantas mendapat sorotan. Ada Marvel’s Iron Man VR yang dirilis khusus untuk PlayStation VR. Selain itu ada juga Hal-Life: Alyx yang dibuat oleh Valve. Video game ini akan rilis di PC dan compatible dengan semua perangkat VR untuk PC.

5. Mobile Gaming

Tidak bisa dipungkiri jika mobile gaming merupakan tren yang terus berkembang. Bisa dibilang tren memainkan video game di smartphone sudah menjadi suatu hal yang lumrah saat ini. Tidak heran jika ada smartphone khusus yang memang dibuat untuk bermain video game. ROG Phone kepunyaan Asus dan Black Shark dari Xiaomi. Keduanya sudah menggunakan chip snapdragon seri 800 yang menunjang performa untuk bermain video game.

Selain kedua brand tersebut, masih banyak smartphone lainnya yang juga mendukung mobile gaming. Semuanya tergantung kepada calon pembelinya ingin memilih yang mana.

Itulah 5 teknologi penunjang video game yang akan muncul di tahun ini. Bagaimana menurut kamu?