HomeGame To Film10 Film Adaptasi Video Game yang Tidak Sesuai Ekspektasi

10 Film Adaptasi Video Game yang Tidak Sesuai Ekspektasi

Video game terkenal dan populer biasanya hanya tinggal menunggu waktu sampai diadaptasi menjadi film layar lebar. Tak sedikit jumlah video game yang telah diadaptasi menjadi film. Sayangnya saat ditayangkan film tersebut tidak sesuai ekspektasi alias gagal dan malah mengecewakan fans.

Banyak hal yang menjadi persoalan dalam film hasil adaptasi video game. Dari jalan cerita yang tidak sinkron dan terburu-buru, pemeran utama yang tidak sesuai dengan karakter dalam video game. Berikut adalah 10 film adaptasi video game yang gagal

1. BloodRayne

Sutradara Uwe Boll dirasa kurang dalam menghidupkan karakter video game dalam sebuah film. Pasalnya akrtis Kristanna Loken yang berperan Rayne sebagai BloodRayne sangat kurang dalam membawakan perannya. Padahal ia tampil gemilang saat bermain dalam film Terminator 3: Rise of the Machines sebagai T-X.

2. Warcraft

Dari segi visual, film Warcraft jelas memukau. Teknologi Computer Generated Imagery (CGI) yang digunakan dalam film ini sangat halus. Karakter Orc dalam film terlihat nyata. Sayangnya dari cerita, game Warcraft malah mengecewakan. Jalan cerita dari film ini sangat singkat seakan dipotong dengan sengaja. Akhirnya banyak adegan menjadi tidak masuk akal dan kelihatan tergesa-gesa.

3. Hitman

Film Hitman sudah dibuat dua kali oleh Hollywood dan keduanya gagal memenuhi ekspektasi. Aktor Timothy Olyphant dan Rupert Friend gagal berperan sebagai Agent 47. Dalam game, Agent 47 dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang membunuh targetnya secara diam-diam. Dalam film, Agent 47 justru banyak melakukan adegan action.

4. Lara Croft Tomb Raider: Cradle of Life

Film Tomb Raider yang diperankan oleh Angelina Jolie tidak semuanya sukses. Meski berhasil pada film pertama, pada film kedua yang berjudul Lara Croft Tomb Raider: Cradle of Life Angelina Jolie kurang dalam membawakan perannya. didalam seri yang kedua. Sekarang film Tomb Raider dibuat ulang. Pada 2015 diluncurkan film Tomb Raider yang dibintangi oleh Alicia Vikander sebagai Lara Croft.

5. Street Fighter: Legend of Chun Li

kamu mengira jika film Street Fighter yang dibintangi Jean-Claude Van Damme buruk? Tunggu sampai kamu melihat film Street Fighter: Legend of Chun Li. Sesuai judulnya film ini menceritakan kisah dari Chun-Li yang diperankan oleh Kristin Kreuk. Alur cerita film ini dikritik lemah serta pemilihan aktor juga tidak sesuai dengan filmnya.

6. Tekken

Tekken adalah film adaptasi video game pertama yang dikritik langsung oleh penciptanya. Katsuhiro Harada secara langsung mengatakan jika film Tekken buatan Hollywood ini buruk. Film Tekken┬ámenceritakan kisah dari Jin yang diperankan oleh Jon Foo. Film ini memiliki prequel yang berjudul Tekken 2: Kazuya’s Revenge.

7. Resident Evil

Resident Evil adalah film adaptasi video game yang gagal tapi sukses dari segi pendapatan. Film Resident Evil sudah memiliki 6 seri. Semuanya menampilkan karakter Alice yang diperankan oleh Milla Jovovich. Hal yang membuat film ini tidak sreg bagi gamer yang memainkan video game Resident Evil adalah terlalu banyak unsur action. Padahal dalam filmnya yang dikedepankan adalah unsur survival horror.

8. House of The Dead

Padahal setia dengan tema video gamenya, House of The Dead malah mengecewakan. Lagi-lagi film ini dibuat oleh sutradara Uwe Boll. Jalan cerita yang berantakan dan tidak adanya plot twist membuat film ini dicemooh oleh kritikus dan fans. Kegagalan House of The Dead disusul sekuelnya yang dirilis pada 2005.

9. Need for Speed

Meski dibintangi oleh Aaron Paul yang karirnya sedang menanjak, Need for Speed yang dirilis pada tahun 2014 tetap gagal. Alur cerita yang diangkat film ini kurang menggigit dan malah membuat bosan. Genre balap mobil liar di Need for Speed juga dianggap mencontek Fast and Furious yang sayang sudah tidak semenarik dulu.

10. Super Mario Bros.

Saking gagalnya, film Super Mario Bros. tidak dapat menutupi modal yang telah dikeluarkan untuk proses pembuatan film. untuk pembuatannya saja film ini sudah menelan 48 juta USD sedangkan keuntungan hanya 20 juta USD saja. Ingin tampil berbeda, film Super Mario Bros. ini mengkombinasikan unsur komedi dalam kartun dengan kondisi dunia nyata. Hasilnya ternyata tak sesuai ekspektasi.

Bagaimana menurut kamu? Apakah dari daftar di atas sudah ada yang pernah kamu tonton?

AbareKiller
AbareKiller
A nerd, Cosplayer, gamer & worker
RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terpopuler