Kreasi terbaru Ubisoft yaitu For Honor membuat kagum Playcubic! Ubisof berhasil mendobrak konsep yang selama ini menjadi dasar untuk membuat game bertema ksatria dan perang di abad pertengahan.

Game seperti seri Total War dan Age of Empire merupakan contoh game bertema perang abad pertengahan yang menggunakan sistem real-time strategy (RTS). Jika For Honor dirilis dengan gaya yang sama, mungkin game ini malah basi dan tidak akan laku. Disinilah yang membuat Ubisoft akhirnya berkreasi.

Bagaimana jika For Honor adalah game gado-gado, yaitu memadukan hack’n slash ala Dark Souls dengan team battle kepunyaan Team Fortress, tidak lupa dibumbui pula oleh konsep game fighting? Layaknya gado-gado, perpaduan semuanya ternyata menyajikan game yang benar-benar unik, namun seru saat dimainkan. Inilah kesan dari For Honor menurut Playcubic.

Game Fighting berkedok Hack’n Slash

Seperti yang Playcubic utarakan sebelumnya, fighting merupakan genre sebenarnya dari For Honor. Ini terbukti dari sistem stance yang ada pada game ini. Semakin hebat lawan kalian, maka semakin besar pula kemungkinan seranganmu terus dihentikan dan akhirnya membuatmu frustasi. Untuk itulah kamu harus memahami dulu kelas yang digunakan.

Ada empat tipe kelas di game For Honor, yaitu Vanguard (Warden, Raider, Kensei), Assassin (Peacekeeper, Berserker, Orochi). Heavy (Conqueror, Warlord, Shugoki) dan Hybrid (Lawbringer, Valkyrie, Nobushi). Menurut Playcubic, Vanguard adalah tipe kelas yang paling mudah digunakan. Jika kamu sudah terbiasa, boleh mencoba menggunakan kelas Assassin atau Heavy. Tapi jangan sekali-sekali menggunakan Hybrid karena menurut Playcubic, kelas ini paling sulit digunakan. Hanya pemain yang sudah berpengalaman saja yang bisa menggunakannya.

Ada delapan tipe petarung yang bisa dipilih

Dalam setiap pertempuran terutama satu lawan satu, penguasan kelas mutlak perlu jika kamu tidak mau di-bully. Beberapa karakter seperti Kensei dan Berserker memiliki kemampuan untuk membuat combo dari semua jenis serangan yang dimiliki. Sebaliknya, karakter seperti Warlord dan Conqueror memiliki tipe serangan charge yang tidak bisa diblok, namun dapat dihindari.

Inilah yang membuat kenapa For Honor seru saat dimainkan. Pemahaman dari kelas yang kamu gunakan dan bagaimana memaksimalkannya dalam pertempuran. Untuk menguasai satu kelas saja bisa diperlukan waktu berjam-jam. Coba bayangkan jika kamu ingin menguasai semua kelas yang ada. Replay value confirmed!

Ciptakan seorang petarung yang sesuai dengan seleramu

Fitur customization dalam For Honor sangat lengkap. Kamu bisa dengan bebas mengganti perlengkapan yang digunakan oleh karakter buatanmu. Ingin karaktermu tampil garang dengan armor serba hitam atau ingin membuat wanita petarung seperti Brienne of Tarth dari Game of Thrones, semuanya terserah kepadamu.

Perlengkapan yang digunakan juga memiliki efek kepada atribut pertahanan maupun kekuatan menyerang. Setiap item juga memiliki status negatif yang wajib kamu perhatikan. Semakin besar nilai plusnya, pasti ada satu atribut yang menurun secara besar-besaran.

Kamu bisa memlih execution style mana yang ingin digunakan

Ada juga item yang lebih condong kepada cosmetic. Contohnya aksesoris untuk helm. Kamu juga bisa memilih execution style yang bisa dikeluarkan dengan menggunakan heavy attack saat HP lawan kritis. Item cosmetic lainnya adalah ekspresi. Ingin menghina lawan atau justru memberikan penghormatan, semuanya bisa kamu pilih sesuai dengan selera yang diinginkan.

Mode Multiplayer yang Bervariasi

Ada lima macam mode multiplayer yang bisa kamu mainkan di For Honor, yaitu dominion, elimination, skirmish, brawl dan duel. Setiap mode memiliki gameplay yang berbeda-beda. Jika ingin bertarung secara massal dengan sistem capture the flag, kamu bisa memainkan mode dominion. Untuk deathmatch, kamu bisa memainkan mode skirmish dan elimination. Ketiga mode ini bisa dimainkan oleh delapan pemain. Masing-masing tim akan berisi empat pemain yang bakal saling bunuh demi poin.

Kerusuahan saat memainkan mode dominion

Tidak suka main keroyokan? Kamu bisa mencoba mode yang lebih personal yaitu brawl dan duel. Brawl adalah 2 vs 2, sedangkan duel untuk mano a mano. Dalam mode brawl dan duel, pengalaman dengan kelas yang digunakan sangat penting. Disinilah kemampuanmu sesungguhnya dites, apakah kamu pemain berskill atau kacangan.

Duel 1 vs 1 di For Honor hanya untuk mereka yang jago, bukan kacangan

Menurut Playcubic, mode brawl dan duel inilah yang paling menarik. Nuansa dari game fighting sangat terasa karena kamu langsung berhadapan dengan pemain lain. Selain itu, pada dua mode ini, efek dari item yang digunakan tidak dihitung. Artinya kamu bertarung apa adanya, pure skill and mindgames.

Dari gameplay, For Honor jelas luar biasa. Sayangnya, tradisi Ubisoft menggunakan sistem peer to peer justru merusak segalanya!

Koneksi bermasalah

Masalah terbesar yang ada di game For Honor dan seharusnya segera diselesaikan oleh Ubisoft adalah masalah koneksi. Karena menggunakan sistem peer to peer, game ini memiliki tingkat gangguan koneksi yang menjengkelkan. Buat kamu yang belum tahu, koneksi peer to peer tidak menggunakan server resmi melainkan salah satu pemain dijadikan host untuk server. Artinya jika koneksi pemain tersebut bermasalah, semua pemain bakal terkena dampaknya. Ibaratnya saat makan gado-gado tiba-tiba menggigit pare, seperti itulah rasanya.

Ubisoft sepertinya tidak pernah belajar dari sistem koneksi peer to peer. Game sebelumnya Rainbow Six Siege juga menggunakan sistem koneksi yang sama. Hasilnya, game tersebut tenggelam. Why you never learn Ubisoft!

Jangan berharap banyak dari story mode

For Honor punya story mode namun isinya biasa saja. Sebaiknya kamu jangan berharap banyak dari story mode karena mode multiplayer yang sebenarnya fitur utama dari game ini. Story mode di game ini ibaratnya adalah garnish yang membuat cantik makanan yang akan dimakan.

Pada story mode kamu akan memainkan tiga pihak secara bergantian, mulai dari para ksatria Blackstone Legion, kelompok viking Warborn dan Dawn Empire of the Chosen yang merupakan pihak samurai. Ketiga pihak ini akan saling berperang karena ulah seseorang yang dinamakan Apollyon.

Cerita, desain level dan variasi misi yang ada dalam story mode ini sebenarnya cukup bagus. Sayangnya, pertempuran melawan AI di mode story sangatlah monoton. Hampir seluruh musuh bertipe hero yang ada dalam game ini memiliki HP tebal tapi serangannya monoton. Bukannya seru, akhirnya pertempuran dengan AI ini justru jadi membosankan.

Verdict

Untuk game multiplayer, For Honor memiliki konsep yang menarik. Bahkan bisa dibilang inilah satu-satunya game yang berhasil memadukan beberapa genre sekaligus dalam satu game. Belum lagi ditambah tampilan grafis serta sound effect yang sangat detail.

Sayangnya, sistem koneksi peer to peer dari For Honor merusak segalanya, Sebagai game yang kompetitif dan mengharuskan pemainnya sangat teliti, koneksi yang baik seharusnya menjadi proritas utama Ubisoft.

Kesimpulan Playcubic, For Honor hanya direkomendasikan untuk kamu yang suka dengan game multiplayer kompetitif. Jika kamu tipe gamer yang tidak suka PvP atau sering butt hurt, saran Playcubic jauhi For Honor.

Pros:

  • Gameplay yang unik, menarik dan kompetitif
  • Tampilan grafis dan sound effect yang menawan
  • Mode multiplayer yang bervariasi

Cons:

  • Peer to peer sucks!!!

 

* Note: For Honor yang direview adalah versi PC

REVIEW OVERVIEW
Grafis
Gameplay
Sound
Storyline
SHARE
SolusiRadikal

YouTubers dan writer menjadi satu! Itulah saya.
Don’t forget to check my YouTube channel SolusiRadikal!