Meski sudah eksis selama 30 tahun, pasti masih ada fakta-fakta yang belum diketahui oleh gamer tentang si robot biru Mega Man. Mungkin selama ini yang kita ketahui tentang Mega Man hanya sekedar informasi umumnya saja. Padahal di balik itu ada hal-hal lain yang kesannya sederhana, tapi menarik untuk diketahui.

Dalam artikel ini penulis akan merangkum beragam fakta dari Mega Man. Apa sajakah fakta-fakta tersembunyi ini?

Nama “Mega Man”

Ketika dilahirkan pertama kali pada tahun 1987, Mega Man tidak langsung menyandang nama Mega Man. Sempat terjadi gonta-ganti nama, mulai dari Battle Kid, Mighty Kid, Knuckle Kid, bahkan nama yang terkesan absurd The Battle Rainbow Rockman. Akhirnya Rockman terpilih menjadi nama resmi saat dirilis pertama kali di Jepang. Nama Mega Man sendiri baru dipakai saat gamenya dirilis di Amerika.

Bapak Mega Man ternyata adalah…

Sering ada kesalahpahaman tentang sosok pencipta dari Mega Man. Keiji Inafune yang selama ini digadang-gadang sebagai bapak dari Mega Man ternyata bukanlah pencipta sesungguhnya. Pencipta Mega Man sebenarnya adalah sosok bernama Akira Kitamura. Setelah menggarap game Mega Man dan Mega Man 2, Kitamura memutuskan untuk meninggalkan Capcom. Dari sinilah Inafune mulai mengambil alih Mega Man.

Kenapa harus biru?

Alasan kenapa warna Mega Man berwarna biru sebenarnya sangat sederhana. Konsol Nintendo Entertainment System (NES) yang menjadi platform pertama game Mega Man hanya bisa menampilkan 54 jenis warna saja dan mayoritas didominasi oleh variasi warna biru. Capcom sendiri ingin sprite karakter Mega Man mendetail tapi dengan satu warna yang mencolok. Inilah yang membuat kenapa Mega Man akhirnya berwarna biru.

Bukan sekedar boss biasa

Sudah menjadi tradisi dalam game Mega Man jika setiap stage akan memiliki boss yang harus dikalahkan. Ketika dirilis pertama kali pada tahun 1987, para boss ini diberi julukan “The Robot Master”. Uniknya setelah game pertama, The Robot Master tidak lagi dibuat oleh developer, melainkan fans.

Capcom mengadakan lomba dimana para fans diminta untuk mengirimkan gambar desain dari The Robot Master buatan mereka. Desain yang terpilih akan dimasukkan ke dalam game untuk menjadi lawan Mega Man. Praktik ini terus berlanjut sampai game Mega Man 8.

Dr. Light dan Dr. Willy

Dalam game Mega Man ada dua orang profesor yang bernama Dr. Thomas Light dan Dr. Albert Willy. Nama dari Dr. Light diadaptasi dari penemu bola lampu, Thomas Alva Edison. Sebaliknya, nama Dr. Willy diambil dari penemu nuklir, Albert Einstein. Keduanya memiliki ideologi yang berbeda. Dr. Light menginginkan perdamaian sedang Dr. Willy mengacaukan dunia.

Hubungan Mega Man dan Mega Man X

Kenapa bisa ada dua game Mega Man? Game Mega Man dibuat khusus untuk konsol NES, sedangkan Mega Man X untuk konsol SNES. Dua game ini sebenarnya dibuat untuk menunjukkan proses kedewasaan Mega Man, dari anak-anak menjadi dewasa.

Hadouken!

Meski telah menjadi salah satu maskot dari Capcom, rupanya Mega Man masih dipengaruhi oleh game Street Fighter. Buktinya dalam game Mega Man X ada beberapa jurus yang merupakan referensi dari Street Fighter.

Pada game Mega Man X ada jurus Hadouken, lalu Mega Man X2 mempunyai jurus Shoryuken. Malah pada game Mega Man X4 ada boss bernama Magma Dragoon yang bisa mengeluarkan jurus Shoryuken dan Hadouken.

Rock and roll

Dalam game Mega Man X5, semua nama boss merupakan referensi dari setiap nama anggota grup band Gun ‘n Roses. Contoh: Axl the Red adalah Axl Rose, lalu Grizzly Slash dari gitaris fenomenal Slash. Uniknya kejadian ini terjadi saat game Mega Man X5 versi Amerika saja.

Adalah penerjemah bernama Alyson Court yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Alyson mengaku ia sama sekali tidak tahu mengenai game Mega Man. Saat menerjemahkan Mega Man X5, ia memasukkan nama-nama tersebut karena soundtrack yang ia dengar memiliki unsur rock and roll.

Ending dari Mega Man X

Perdebatan untuk menentukan ending dari game Mega Man X seakan tidak ada habisnya. Jika dilihat dari sudut pandang Capcom, Mega Man X terus berjalan sampai dengan Mega Man X8. Namun, dari sudut pandang developer, Mega Man X berakhir di Mega Man X5 dengan kematian Zero yang nantinya berlanjut ke game baru, Mega Man Zero.

Ada versi sepak bola, RPG, bahkan serial televisi

Popularitas Mega Man membuat Capcom mencoba untuk bereksperimen. Pada 1994, Capcom mencoba mengeksploitasi franchise Mega Man denga membuat game sepak bola yang berjudul Mega Man Soccer serta serial televisi. Tidak hanya itu, Capcom juga pernah membuat versi action RPG yang berjudul Mega Man Legends pada 1997.

Dengan diumumkannya seri Mega Man 11, franchise ini seakan bereinkarnasi kembali. Sayang, Keiji Inafune tidak lagi mengerjakan game tersebut dan digantikan oleh Koji Oda. Mudah-mudahan saja di bawah arahan Oda, Mega Man 11 tidak mengecewakan para fansnya.

Bagaimana menurut kamu?