Mungkin ada diantara kamu yang mempunyai atau malah mengoleksi konsol retro. Ada rasa kebanggan tersendiri jika memiliki konsol tersebut, apalagi jika kondisinya masih prima dan bisa digunakan. Pada artikel ini penulis ingin memberikan 3 tips singkat nan mudah untuk merawat konsol retro kamu agar bisa tetap awet meskipun sudah tergerus waktu.

3. Ibarat Kendaraan, Panaskan Konsol Secara Rutin

Meskipun jarang digunakan, konsol tersebut harus tetap dinyalakan. Tujuannya adalah agar kinerja mesin tetap terjaga. Bagaimana jika kamu hanya memiliki koleksi konsol retro yang jumlahnya lebih dari satu? Sepertinya kamu perlu membuat jadwal untuk setiap konsol kapan harus dinyalakan.

Buat daftar sederhana setiap harinya selama seminggu konsol apa yang ingin kalian “panaskan”. Misalnya hari Senin untuk konsol NES dan SNES, hari Selasa untuk Game Gear dan Game Boy, Rabu untu Sega Megadrive dan Atari, dan seterusnya.

Selain tidak bosan, menyalakan dengan jadwal rutin ini memudahkan kamu untuk memantau dan mengetahui persis seperti apa kondisi konsol retro yang dimiliki. Untuk beberapa konsol misalnya PSone yang menggunakan optik dan pemutar cakram sangat perlu dipanaskan secara rutin agar motor yang dimiliki konsol ini tetap bekerja dengan normal.

2. Jangan Lupa Dibersihkan

Membersihkan konsol sebetulnya tidak repot. Kamu hanya memerlukan kuas dan lap. Kuas untuk membersihkan debu di sela-sela, sedangkan lap basah atau kering untuk bagian casing. Jika konsol tersebut sudah mulai berkarat, kamu bisa menggunakan pembersih karat untuk menghilangkannya.

Jika kamu ingin lebih bersih lagi, kamu bisa mempreteli casing. Tapi, cara ini penulis sarankan untuk mereka yang sudah ahli. Kenapa? Karena ada kemungkinan konsol tidak menyala atau malah rusak jika dipreteli oleh orang yang belum mengerti.

Selain konsol, perawatan juga bisa dilakukan pada kontroler. Biasanya warna dari kontroler menjadi kusam seiring waktu. Caranya jika ingin warna kontroler tetap cerah adalah merendamnya dengan cairan khusus.

1. Disimpan Pada Tempat Yang Layak

Cara terakhirnya ini kesannya sepele, tapi sebenarnya tidak kalah penting. Simpan konsol yang sudah dimainkan di tempat yang kering dan jika bisa kedap udara. Jika punya lemari kaca yang rapat, kamu bisa menggunakan sebagai tempat menyimpan sekaligus memajang. Namun, jika tidak ada cukup mengunakan kontainer plastik yang tutupnya rapat.

Jika kamu sering menggunakan konsol tersebut, tutup saja dengan kain lembut. Ingat, jangan langsung menutup konsol tersebut sesaat setelah digunakan. Tunggulah beberapa saat sampai suhu konsol normal dan udara panas dari dalam sudah terbuang seluruhnya ke luar.

Jangan lupa juga untuk merawat kardus konsolnya (Jika masih ada). Kenapa? Jika dijual kembali maka harga konsol tersebut juga semakin tinggi karena masih memiliki kardusnya.

Itu dia 3 cara mudah untuk merawat konsol retro. Ibarat orang tua, konsol retro bisa dibilang sudah masuk dalam tahap pensiun. Sebagai pemiliknya, adalah tugas kita untuk merawat mereka, bukan malah melupakannya begitu saja. Setuju?